Kemenhan Dorong Pemanfaatan Drone Angkut Gabah di Sektor Tani Modern

Kemenhan Dorong Pemanfaatan Drone Angkut Gabah di Sektor Tani Modern
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa perangkat teknologi drone berpeluang besar untuk dimanfaatkan sebagai alat pengangkut gabah pada wilayah yang belum memiliki akses jalan usaha tani. Langkah ini dinilai dapat mendongkrak efisiensi proses distribusi hasil panen para petani.

Menurut pemaparannya, implementasi inovasi digital tersebut merupakan bagian dari peta jalan modernisasi sektor agraria yang gencar diakselerasi oleh Kementerian Pertanian. Program ini digulirkan guna mengurai bermacam hambatan operasional di lapangan, khususnya hambatan keterbatasan sarana transportasi pascapanen.

"Nanti ke depan yang tidak ada jalan usaha tani ngangkutnya karena bisa 100 kilogram ngangkutnya gabah pakai drone. Bener nggak? Cantik kan? Setelah pakai tanam pakai drone tapi itu tahap berikutnya," kata Mentan ditemui usai Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan olehnya sewaktu menanggapi laporan mengenai aksi viral seorang petani di kawasan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang kedapatan menaiki sebuah wahana drone pertanian berukuran jumbo sebagai sarana transportasi menuju dan pulang dari area persawahan.

Amran memandang bahwa tindakan yang dilakukan petani bersangkutan menunjukkan kreativitas yang tinggi, namun dirinya tetap memberikan imbauan tegas agar operasionalisasi drone senantiasa memprioritaskan prosedur keselamatan dan tidak memicu bahaya bagi keselamatan jiwa.

"Ini menarik sekali kemarin saya baca (petani) pakai drone. Itu yang penting tidak jatuh, tidak membahayakan. Tapi kalau drone-nya setinggi dua jengkal dari atas tanah itu menarik juga dipakai pulang," ujarnya.

Ia menguraikan bahwa fungsi drone ke depan tidak lagi terbatas pada aktivitas penyemaian benih belaka, melainkan dirancang tangguh guna memindahkan muatan hasil panen padi dengan kapasitas beban mencapai kisaran 100 kilogram dari area sawah ke titik pengumpulan utama.

Pihaknya berkeyakinan bawah pelibatan pesawat tanpa awak sebagai armada angkut hasil bumi ini bakal sangat meringankan beban para pekerja tani di daerah-daerah terisolasi, sehingga sirkulasi logistik panen berjalan lebih kilat, praktis, serta ekonomis.

Menurut pandangannya, optimalisasi instrumen canggih ini merupakan jenjang kelanjutan pasca-keberhasilan program pemanfaatan drone untuk agenda penanaman padi yang belakangan mulai diaplikasikan secara masif di sejumlah sentra agrikultur tanah air.

Dirinya menegaskan bahwa Kementerian Pertanian berkomitmen penuh untuk menelurkan berbagai terobosan mutakhir berbasis teknologi digital demi menggenjot angka produktivitas, mempercepat durasi kerja di persawahan, serta memantapkan daya saing komoditas pangan nasional secara berkelanjutan.

Amran juga membeberkan fakta bahwa dirinya bersama jajaran internal kementerian terus konsisten menggelar serangkaian riset mendalam demi memproduksi pelbagai alat inovatif yang siap diimplementasikan langsung untuk menopang modernisasi sektor tani Indonesia.

Ia menaruh optimisme yang tinggi bahwa penggunaan drone sebagai alat angkut komoditas gabah akan menjadi opsi solusi jitu bagi para petani di pelosok yang minim infrastruktur jalan, sekaligus mengakselerasi peralihan menuju ekosistem pertanian modern yang lebih maju dan berdaya guna.

"Jadi nanti itu, angkat gabah yang tidak ada jalan usaha tani pakai drone. Tanam pakai drone," kata Amran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index