Unilever Global Jadikan KEK Sei Mangkei Hub Global Value Chain

Selasa, 07 Juli 2026 | 04:56:31 WIB
Unilever Global.

JAKARTA — Pemerintah mengungkapkan bahwa Unilever Global bersiap meluncurkan program anyar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara.

Pihak Kemenko Perekonomian menuturkan bahwa kucuran investasi bernilai jumbo dari Unilever pusat ini bakal mendongkrak KEK Sei Mangkei menjadi salah satu kawasan industri terbesar di luar Pulau Jawa.

"Bulan depan mereka akan launch groundbreaking satu program baru, saya lupa angka [investasinya], tetapi itu Unilever Global beda dengan Unilever Indonesia. Jadi KEK Sei Mangkei itu dijadikan hub untuk global value chain," terang Sekretaris Kemenko Perekonomian kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Susi, sapaan akrabnya, menyebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan turut diundang dalam agenda peletakan batu pertama hub global value chain baru milik Unilever tersebut.

Berdasarkan lini masa rancangan, peresmian program strategis ini bakal diselenggarakan pada bulan Agustus 2026 mendatang.

Menurut penjelasan Susi, terdapat beberapa wilayah KEK di luar Jawa dari total keseluruhan 25 KEK di Indonesia yang saat ini mencatatkan akselerasi perkembangan sangat pesat.

Selain Sei Mangkei, terdapat pula KEK Galang Batang di Bintan yang salah satu korporasi manufaktur di dalamnya kini aktif mengekspor komoditas alumina hingga menembus lebih dari 2 juta ton.

Sementara itu, terdapat dua KEK di wilayah Batam yang terintegrasi ke dalam kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).

Satu di antaranya ialah KEK Batam Aero Technic (BAT) yang beroperasi sebagai pusat perawatan serta perbaikan armada pesawat terbang milik Lion Group.

"Mereka mendapatkan fasilitas KEK sehingga bisa kompetitif dibandingkan MRO di negara lain. Kawasan Asean juga pesawatnya sudah dirawat di situ," terang Susi.

Kemudian, ada KEK Nongsa Digital Park yang diproyeksikan menjadi lokasi klaster pusat data (data center) berskala besar.

Ke depan, tercatat ada sekitar enam atau tujuh kawasan KEK baru yang segera menyusul untuk mulai dikembangkan secara bertahap.

Untuk saat ini, seluruh rangkaian proses administrasinya masih berada dalam tahap menunggu terbitnya persetujuan resmi Peraturan Pemerintah (PP).

"Sudah ngantre banyak yang ingin masuk ke KEK maupun yang mengajukan pendirian KEK baru. Hari ini juga ada satu grup besar yang mengajukan permohonan. Artinya memang sebenarnya investasi di Indonesia sebenarnya masih sangat menarik sekali," kata Susi.

Terkini