Penyebab Makanan di Pesawat Terasa Aneh Menurut Hasil Penelitian

Rabu, 08 Juli 2026 | 06:07:31 WIB
Ilustrasi Makanan Pesawat.

JAKARTA - Banyak dari kami tentu sependapat bahwa hidangan yang disajikan di atas pesawat mempunyai rasa yang ganjil. Pertanyaannya, mengapa hal itu dapat terjadi?

Sajian makanan pada maskapai penerbangan memang kerap kali sudah diolah sejak jauh hari, lalu dihangatkan kembali dan dihidangkan pada piring kertas dengan alat makan seadanya. Kondisi ini tentu saja terasa kurang memuaskan.

Akan tetapi, di luar faktor gamblang yang telah dipaparkan di atas, terdapat pemicu lain yang membikin hidangan di pesawat bakal terasa agak janggal.

Hal ini bukan kelalaian dari juru masak yang mengolah hidangan tersebut. Bukan pula problem pada indra pengecap. Persoalan ini muncul lantaran situasi yang dirasakan tiap individu tatkala berada di tempat tinggi, khususnya burung besi.

Peneliti di Monell Chemical Senses Center, Robert Pellegrino memaparkan, aspek penglihatan, aroma, sesapan, serta konsistensi makanan semuanya saling berkaitan demi menciptakan sebuah cita rasa. Tatkala mengudara, mayoritas dari fungsi indra ini terdampak secara buruk. Faktor inilah yang membikin sensasi bersantap di pesawat menjadi terasa kian buruk.

Paling tidak, terdapat 3 perkara mendasar yang bakal mendesak fungsi indra sepanjang perjalanan udara. Beberapa di antaranya yakni tekanan udara yang rendah pada area kabin, minimnya tingkat kelembapan, serta volume bising yang teramat tinggi.

"Tekanan rendah dan kelembapan rendah dapat memengaruhi cara Anda mencium bau," ujar Pellegrino, mengutip Delish.

Bunyi ataupun kebisingan yang tercipta di dalam burung besi turut mendesak kapasitas untuk mengecap rasa. Suatu kajian yang diedarkan lewat Journal of Experimental Psychology pada tahun 2015 berupaya menganalisis perkara tersebut.

Kajian itu menginstruksikan para relawan buat mencicipi aneka macam minuman tatkala berada pada situasi yang meniru suara bising kabin pesawat. Efeknya, para relawan merasakan penyusutan pada rasa manis serta kenaikan pada rasa umami, yang berhubungan erat dengan jaringan saraf chorda tympani.

Chorda tympani sendiri merupakan jaringan saraf yang membentang dari bagian lidah melewati organ telinga. Jaringan saraf ini dapat terdampak oleh suara yang bergaung keras. Hambatan macam apa pun pada jaringan saraf ini dapat mendesak sensitivitas rasa.

Sajian menu di pesawat memang boleh jadi terasa ganjil. Akan tetapi, jangan memprotes juru masak atau mencemaskan kapasitas fungsi indra Anda.

Terkini