Kemendikdasmen Sebut Robotika Buka Peluang Karier Baru SMK

Jumat, 17 Juli 2026 | 17:42:31 WIB
Ilustrasi robotika. [Foto: NET]

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebutkan bahwa ranah robotika dapat menjadi opsi peluang karier baru bagi para lulusan di tingkat pendidikan SMK.

Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan mengutarakan bahwa industri manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik, sampai pergudangan kini kian banyak menerapkan sistem otomasi serta robotika.

“Kebutuhan tenaga kerja pun mulai bergeser dari pekerjaan yang manual menuju pekerjaan yang menuntut kemampuan mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan sistem otomatis,” kata Arie dalam webinar bertajuk Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK di Jakarta Pusat pada Jumat (17/7/2026).

Perangkat robot, menurutnya, tidak akan menghapus semua lapangan kerja manusia, tetapi justru memunculkan beragam variasi pekerjaan baru yang memerlukan keahlian dengan nilai tambah yang lebih besar.

Ada pun sejumlah profesi yang kian diperlukan, di antaranya integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, hingga perancangan solusi yang berbasis otomasi.

Oleh sebab itu, ia memandang bahwa robotika saat ini bukan lagi sekadar teknologi di masa depan, melainkan telah melebur ke dalam operasional harian di bermacam sektor industri.

“Robotika ini sebenarnya bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari berbagai sektor industri saat ini. Perkembangannya membuka peluang karier yang sangat luas bagi siswa-siswa kami,” katanya.

Selaras dengan fenomena tersebut, ia menganggap para lulusan SMK sebenarnya sudah mempunyai landasan yang kokoh lewat beragam kompetensi keahlian yang selama ini diasah dalam kurikulum, semisal teknik mekatronik, teknik elektronika industri, teknik otomasi industri, teknik permesinan, teknik tenaga listrik, rekayasa perangkat lunak, serta teknik komputer dan jaringan (TKJ).

Maka dari itu, Arie menggarisbawahi urgensi agar proses pembelajaran dari bermacam kompetensi tersebut tidak lagi digarap secara terpisah, berhubung ranah profesional sekarang ini mewajibkan penguasaan ragam disiplin ilmu secara terintegrasi.

Terkini