JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman memberikan ajakan kepada ratusan mahasiswa dari beragam Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di tanah air agar memiliki keberanian untuk menanggung kerugian dalam menjalankan dunia bisnis atau berwirausaha.
Di hadapan ratusan mahasiswa yang berkumpul pada pembukaan acara Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada hari Jumat, Mentan Amran turut membagikan sudut pandang bisnis yang tidak biasa atau out of the box.
"Kerugian adalah guru terbaik bagi seorang pengusaha muda, mengalahkan teori keuntungan instan yang didapat di bangku kuliah," kata Amran Sulaiman saat sesi tanya jawab dengan salah satu mahasiswa yang juga pengusaha mebel asal Jepara.
Bukannya membagikan strategi teknis supaya usaha milik mahasiswa itu lekas mendatangkan profit, Mentan justru secara mengejutkan memanjatkan doa agar bisnis mahasiswa tersebut merasakan kerugian terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk mentalitas petarung yang sejati.
Amran memaparkan bahwa realitas yang keras dalam industri usaha sangat bertolak belakang dengan hitungan matematis di lingkungan kampus yang kerap kali berakhir pada profit. Oleh sebab itu, kalangan mahasiswa dinilai mutlak wajib mengambil pelajaran berharga dari kegagalan di lapangan.
"Kalau ingin sejahtera, harus berani mimpi besar, harus berani bertindak besar dan harus diajari rugi juga.Yang mengajari rugi adalah lapangan," ujarnya.
Ia memberikan perumpamaan bahwa proses penempaan mentalitas seorang usahawan serupa dengan pembentukan pasukan khusus militer yang diwajibkan menghabiskan ribuan butir peluru setiap hari demi mengasah insting presisi yang tajam.
Menurut pandangannya, seorang pelaku usaha mesti terbiasa menghadapi situasi babak belur pada masa-masa awal merintis bisnis. Langkah tersebut penting diambil guna mengunci fondasi keuntungan yang kokoh hingga dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
"Kalau Anda terbiasa, terlatih rugi 5 tahun, 10 tahun, itu pada titik tak menentu, begitu untung, itu Anda untung sampai anak cucu, dan guru terbaikmu adalah rugi," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik memberikan respons positif terhadap ajakan yang disampaikan oleh Mentan. Langkah tersebut dipandang mampu menjadi fondasi krusial bagi kemunculan para pejuang wirausaha yang tangguh dari ranah universitas.
Ia menyampaikan bahwa aspek mentalitas yang tahan banting serta rekam jejak sebagai pekerja keras sangat dibutuhkan dalam melahirkan kader baru di sektor ketahanan pangan sekaligus energi.
"Ini nanti menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk terus menanamkan tekad kuat melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru bagi bangsa melalui program-program inkubasi," ujarnya.
Ketua MCEBI Dr Endang Rudiatin turut menimpali bahwa ratusan peserta kegiatan ini ditempa bukan sekadar untuk mengejar profit semata, melainkan dididik menjadi pengusaha beretika yang memegang teguh landasan nilai-nilai keagamaan.
Ia mengutarakan bahwa kehadiran MCEBI mengemban misi untuk mencetak para wirausaha yang memiliki kemampuan dalam menjaga keberlanjutan kelestarian alam sekitar.
Para mahasiswa pun diharapkan tidak lagi terbelenggu oleh pola pikir yang serba instan atau sekadar pintar secara teori (book smart). "Pebisnis muda harus membuang jauh-jauh gengsi, berani memulai dari kondisi terendah, dan merangkul kerugian sebagai modal utak membangun karakter, relasi, dan kerajaan bisnis yang bertahan lintas generasi," ujarnya.