Sejumlah Harga Pangan Nasional Kembali Melonjak pada 23 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 | 22:36:32 WIB
Harga Pangan 23 Juli: Cabai Merah Keriting Melonjak 85,77% [FOTO: NET].

JAKARTA - Tren harga bahan pangan nasional di pasar-pasar tradisional per hari Kamis (23/7/2026) terpantau kembali mengalami lonjakan tajam pada sebagian besar komoditas. Peningkatan harga tersebut terjadi secara merata pada kategori beras, komoditas bawang, aneka cabai, gula pasir, minyak goreng, hingga sebagian besar produk protein hewani.

Merujuk pada laporan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Kamis (23/7/2026), pergerakan harga beras mencatatkan kenaikan di seluruh tingkatan kualitas.

 Beras kualitas bawah I merangkak naik sebesar 22,37 persen hingga menyentuh angka Rp18.050 per kilogram. Sedangkan beras kualitas bawah II mengalami lonjakan setinggi 23,71 persen menjadi Rp18.000 per kilogram.

Berikutnya, komoditas beras kualitas medium I tercatat naik 18,9 persen ke level Rp19.500 per kilogram, sementara beras kualitas medium II meningkat 20,74 persen menjadi Rp19.500 per kilogram. 

Di sisi lain, beras kualitas super I mengalami kenaikan 14,16 persen ke posisi Rp20.150 per kilogram, diikuti beras kualitas super II yang menanjak 16,62 persen menjadi Rp20.000 per kilogram.

Pada kelompok komoditas bawang, harga bawang merah ukuran sedang melonjak signifikan hingga 50,74 persen menjadi Rp66.250 per kilogram. Sementara itu, komoditas bawang putih ukuran sedang turut merangkak naik sebesar 30,68 persen menjadi Rp57.500 per kilogram.

BACA JUGA Harga Pangan Hari Ini 22 Juli: Bawang Kembali Turun, Cabai Rawit Hijau dan Telur Masih Naik Harga Pangan Hari Ini 21 Juli, Mayoritas Komoditas Stabil hingga Turun Harga Pangan Terungkit MBG

Lonjakan harga paling ekstrem terjadi pada kategori komoditas cabai. Harga cabai merah keriting melonjak drastis hingga 85,77 persen dan bertengger di angka Rp87.500 per kilogram, disusul oleh pergerakan cabai merah besar yang ikut naik 82,48 persen menjadi Rp87.500 per kilogram. 

Tidak ketinggalan, komoditas cabai rawit merah turut mencatatkan kenaikan sebesar 65,36 persen hingga menyentuh level Rp95.000 per kilogram.

Sebaliknya, cabai rawit hijau menjadi satu-satunya jenis komoditas cabai yang justru mengalami penurunan harga sebesar 4,85 persen menjadi Rp50.000 per kilogram.

Tren kenaikan harga turut melanda produk minyak goreng di pasaran. Harga minyak goreng curah tercatat naik 3,66 persen menjadi Rp21.250 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I mengalami kenaikan 12,37 persen ke angka Rp27.250 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II meningkat 11,11 persen menjadi Rp26.000 per liter.

Bergeser ke komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium terpantau naik 23,15 persen menjadi Rp25.000 per kilogram, sementara komoditas gula pasir lokal mengalami kenaikan tipis 6,02 persen ke level Rp20.250 per kilogram.

Pada sektor protein hewani, harga daging sapi kualitas I tercatat naik 1,26 persen menjadi Rp152.500 per kilogram. Namun sebaliknya, daging sapi kualitas II mengalami koreksi penurunan sebesar 3,81 persen ke posisi Rp136.250 per kilogram. 

Di samping itu, harga komoditas daging ayam ras segar merangkak naik 14,08 persen menjadi Rp43.750 per kilogram, diikuti lonjakan harga telur ayam ras segar sebesar 20,27 persen hingga mencapai angka Rp35.000 per kilogram.

Secara keseluruhan, dinamika harga pangan hari ini kembali menunjukkan tren kenaikan yang signifikan pada sebagian besar jenis komoditas. Laju kenaikan tertinggi tercatat mendera komoditas cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit merah, serta bawang merah. 

Sementara itu, hanya komoditas cabai rawit hijau dan daging sapi kualitas II saja yang terpantau masih mempertahankan penurunan harga.

Terkini