JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF) merupakan masa depan industri penerbangan global.
"Ini juga menjadi masa depan penerbangan di dunia," ujar AHY dalam gelaran Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 di Jakarta, Kamis.
Menurut pengamatannya, berbagai negara kini mulai mengimplementasikan penggunaan SAF, termasuk Indonesia, lantaran tingkat efisiensinya jauh melampaui bahan bakar avtur konvensional.
"Kalau kami sudah mulai bergerak ke arah sana, nanti ini juga bisa berkontribusi lebih baik lagi untuk emission reduction secara keseluruhan," katanya.
AHY menyampaikan bahwa pemerintah tengah merancang transformasi industri penerbangan ramah lingkungan melalui penerapan bahan bakar terbarukan SAF yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Langkah strategis ini menjadi bagian vital dalam komitmen pemerintah untuk menyelaraskan laju pertumbuhan ekonomi nasional dengan agenda pelestarian lingkungan serta reduksi emisi karbon di sektor transportasi.
Ia menilai bahwa ekspansi di bidang transportasi udara tetap wajib memperhitungkan efek perubahan iklim serta beragam tantangan lingkungan akibat melonjaknya akumulasi emisi karbon global.
Atas dasar itu, pemerintah mematangkan berbagai strategi dekarbonisasi bagi sektor penerbangan lewat pengurangan pemakaian energi, peralihan sumber energi, hingga pengoptimalan efisiensi sumber daya nasional.
AHY menambahkan bahwa skema dekarbonisasi tersebut sekaligus memperkuat ekosistem kebandarudaraan agar pertumbuhan sektor penerbangan berjalan seiring dengan target pembangunan berkelanjutan.
Di samping itu, pemerintah turut mendorong realisasi konsep bandar udara beremisi nol bersih yang dianggap rasional untuk diterapkan melalui pendekatan infrastruktur dan teknologi berwawasan lingkungan.