Wamendiktisaintek Ungkap Tiga Kunci Utama Kampus Berkelanjutan di 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 18:35:31 WIB
Wamendiktisaintek Stella Christie.

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan tiga langkah penting yang patut diterapkan supaya perguruan tinggi dapat terus berkelanjutan, yakni melalui penciptaan, penyebaran, serta kurasi pengetahuan.

“Ada tiga hal yang perlu dilakukan, yakni penciptaan pengetahuan (creation of knowledge), transmisi pengetahuan (transmission of knowledge) dan kurasi pengetahuan (curation of knowledge),” kata Stella dalam rangkaian kegiatan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026, sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat.

Stella menjelaskan bahwa perguruan tinggi wajib menjadi wadah yang aktif melahirkan ide-ide anyar lewat berbagai inovasi. Menurut pandangannya, institusi pendidikan tinggi tidak boleh cepat merasa puas hanya dengan mengandalkan ilmu yang sudah ada.

Terkait transmisi pengetahuan, ia menambahkan bahwa fokus utamanya adalah memastikan kampus memiliki wawasan berharga yang siap dibagikan kepada para mahasiswa. Pemanfaatan gawai yang tinggi di masyarakat pun dapat difungsikan sebagai sarana penyebaran ilmu agar proses belajar terasa lebih interaktif.

“Tingkat penggunaan ponsel cerdas di Indonesia tujuh hingga delapan jam per hari. Tinggi penggunaan ponsel ini karena memberikan informasi baru kepada kami,” imbuh Stella.

Selanjutnya mengenai kurasi pengetahuan, kampus berperan sebagai penyaring fakta-fakta menarik untuk diolah menjadi sebuah ilmu. Menurut Stella, sebuah pengetahuan pada dasarnya lahir dari proses kurasi atas fakta yang ditemukan di lapangan.

Ia memaparkan ketiga pilar tersebut saat menghadiri ajang Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 yang berlangsung di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, Kamis (23/7).

Agenda tahunan ini digelar sebagai bentuk komitmen dalam mendampingi Tanoto Scholars, sekaligus memberikan pembekalan kepemimpinan kepada 240 mahasiswa penerima beasiswa TELADAN dari 10 Perguruan Tinggi Mitra.

Mengusung tema “Learn & Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact”, Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry menuturkan bahwa program TELADAN tak sekadar mengucurkan bantuan biaya studi, melainkan turut menggembleng kapasitas serta potensi diri para mahasiswa ke depannya.

“Pembekalan kepemimpinan ini sangat berguna bagi adik-adik untuk tidak hanya siap bekerja, namun menjadi pemimpin komunitas, bagaimana kami dapat bertumbuh dan berdampak,” pungkas Eddy.

Terkini