Soroti Ekonomi hingga Luar Negeri, Ini 10 Poin Pidato Prabowo

Jumat, 24 Juli 2026 | 18:45:02 WIB
10 Poin Penting Pidato Prabowo dalam Harlah Ke-28 PKB [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan beragam pesan mulai dari politik, ekonomi, hingga kebijakan luar negeri ketika berpidato dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (23/7/2026). 

Dalam kesempatan berpidato yang berjalan lebih dari satu jam tersebut, Prabowo membahas arah baru ekonomi dari pemerintah, mengeklaim sukses melakukan penghematan anggaran hingga ratusan triliun rupiah, serta menyatakan keyakinannya bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada akhirnya bakal bergabung ke dalam barisan pemerintah guna membela kepentingan bangsa.

Berikut merupakan rincian poin penting dari pidato Prabowo:

Prabowonomics Bukan Gagasan Pribadi Prabowo menampik anggapan bahwa konsep ekonomi pemerintah dinamakan sebagai Prabowonomics. Menurut pandangannya, kebijakan ekonomi yang diterapkan semata-mata merupakan perwujudan dari Pasal 33 serta Pasal 34 UUD 1945. 

Ia menegaskan seluruh arah kebijakan pemerintah diarahkan guna memastikan kekayaan Indonesia dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sekaligus mencegahnya terus mengalir ke luar negeri.

Menerima Dukungan Ijtima Ulama PKB Prabowo mengaku merasa terharu usai menerima Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia yang dibacakan oleh pihak PKB. Di dalam dokumen tersebut terkandung dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan bangsa, industrialisasi, hilirisasi, ketahanan pangan serta energi, hingga pembangunan yang berlandaskan Pancasila serta UUD 1945. Ia mengistilahkan dukungan tersebut sebagai "hadiah yang bersifat perintah" karena dinilai sejalan dengan visi pemerintahannya.

Klaim Kebocoran Ekonomi Capai Rp1.000 Triliun Prabowo kembali menyoroti persoalan efisiensi perekonomian Indonesia melalui penggunaan indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Menurut perhitungannya, angka ICOR Indonesia yang berada di level 6,5 mengindikasikan adanya tingkat kebocoran sekitar 30% di dalam sektor perekonomian nasional. 

Mengingat besaran nilai APBN yang menyentuh angka Rp3.700 triliun, Prabowo memperkirakan total kebocoran itu setara dengan lebih dari Rp1.000 triliun.

Efisiensi Anggaran Sebesar Rp300 Triliun Prabowo mengeklaim pihak pemerintah berhasil memangkas anggaran hingga melebihi Rp300 triliun melalui tindakan penghentian praktik mark up pada pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah. 

Dana yang diperoleh dari hasil efisiensi tersebut, menurut penuturannya, dialokasikan guna membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 5.000 unit jembatan sampai akhir 2026, serta perbaikan bagi lebih dari 67.000 sekolah. Ia turut memberikan instruksi supaya pada tahun 2027 pemerintah mampu merenovasi lebih dari 100.000 sekolah.

Menyinggung Masih Adanya Londo Ireng Prabowo melayangkan kritik kepada pihak-pihak yang dinilainya lebih gemar menyoroti kebijakan pemerintah yang belum sempurna ketimbang mengapresiasi pencapaian yang telah diraih. Ia pun sempat menyinggung keberadaan pihak yang dijuluki sebagai "Londo Ireng", yakni Warga Negara Indonesia yang dipandangnya lebih mengabdi kepada kepentingan asing. 

“Kami tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kami sebut Londo Ireng ya. Yang ikut Belanda perang lawan kami Londo-londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan,” ucap Prabowo.

Membantah Narasi Indonesia Akan Kolaps Prabowo menepis seluruh prediksi yang menyatakan bahwa Indonesia bakal menghadapi keruntuhan ekonomi (collapse). Berdasarkan pandangannya, narasi semacam itu terus diembuskan sejak bulan April hingga Juli 2026, namun tidak pernah terbukti kebenarannya. Ia mengumpamakan pihak-pihak yang konsisten menyebarkan ramalan buruk tersebut bagaikan seorang suporter yang justru merusak mental timnya sendiri tatkala pertandingan tengah berlangsung.

Menyebut PDIP Pada Akhirnya Bakal Bersama Pemerintah Prabowo berpandangan bahwa persaingan dalam dunia politik merupakan suatu kewajaran di dalam iklim demokrasi. Walau demikian, ia meyakini bahwa setiap partai politik tetap memiliki satu tujuan yang serupa, yakni mewujudkan amanat dari UUD 1945. 

Secara khusus, Prabowo mengungkapkan bahwa PDIP memiliki semangat yang selaras dengan pemerintah sekaligus menyampaikan keyakinannya bahwa partai tersebut nantinya bakal bersama-sama pemerintah dalam membela negara serta bangsa.

Politik Luar Negeri: Bertetangga Baik dan Mendukung Palestina Prabowo kembali menegaskan komitmen politik luar negeri Indonesia yang senantiasa berpedoman pada prinsip bebas aktif. Ia memperkenalkan gagasan berupa the good neighbor policy atau upaya menjadi tetangga yang baik bagi seluruh negara di dunia. Kendati demikian, Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina merupakan prinsip yang sama sekali tidak dapat ditawar.

Konsep Pertahanan Rakyat Semesta Prabowo menerangkan bahwa pihak pemerintah secara berkelanjutan terus meningkatkan kapabilitas pertahanan nasional. Kendati begitu, menurut pandangannya, kekuatan inti Indonesia tidak sekadar bertumpu pada ketersediaan alutsista, melainkan bersandar pada konsep pertahanan rakyat semesta yang berakar dari kecintaan segenap rakyat terhadap bangsa dan negara.

PKB Dinilai Memahami Arah Kebijakan Pemerintah Mengakhiri rangkaian pidatonya, Prabowo mengaku datang ke acara Harlah PKB dalam kondisi letih, namun langsung merasakan tambahan energi baru usai menerima sambutan hangat dari para kader PKB serta dukungan lewat Kesepakatan Ijtima Ulama. Ia menilai jajaran PKB telah memahami arah perjuangan pemerintah dan turut mengajak seluruh kekuatan politik untuk bahu-membahu membangun Indonesia. "Mari kami berjuang bersama. Berjuang bersama untuk bangsa dan rakyat Indonesia," ungkap Prabowo.

Terkini