Efisiensi Anggaran Rp300 T Prabowo Dialihkan ke MBG dan Sekolah

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:00:07 WIB
Prabowo Klaim Hemat Anggaran Rp300 Triliun untuk MBG & Jembatan [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengeklaim pihak pemerintah berhasil memangkas anggaran hingga melampaui Rp300 triliun dalam kurun waktu beberapa bulan awal masa kepemerintahannya lewat upaya memberantas praktik penggelembungan harga (mark up) di ranah pengadaan barang serta jasa pemerintah. 

Berdasarkan pemaparan Prabowo, dana yang didapat dari efisiensi itu sekarang dialokasikan untuk mendanai beragam program unggulan, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan ribuan jembatan perdesaan, sampai renovasi puluhan ribu gedung sekolah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Prabowo tatkala menyampaikan pidato pengarahan di dalam acara Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada hari Kamis (23/7/2026). "Kami sudah tahu, Ibu-Ibu Bapak-Bapak, setiap pembelian dari lembaga pemerintah selama ini pasti harganya digelembungkan. Ini sedang kami hentikan," kata Prabowo.

Ia menuturkan bahwa praktik pembengkakan harga dalam proyek pengadaan pemerintah sebetulnya sudah berlangsung dalam jangka waktu yang lama serta menjadi rahasia umum di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah kini berfokus membenahi sistem tata kelola belanja negara supaya alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara jauh lebih optimal.

 "Ini yang kami hemat dari beberapa bulan pertama pemerintahan yang saya pimpin, kami bisa menghemat lebih dari Rp300 triliun," ujarnya.

Prabowo menguraikan bahwa akumulasi dana hasil penghematan tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat realisasi sejumlah program prioritas berskala nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang diposisikan sebagai salah satu program andalan pemerintah. 

Di samping itu, pemerintah turut menyalurkan anggaran tersebut guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur mendasar, utamanya yang berada di kawasan perdesaan. "Ini yang kami gunakan untuk makan bergizi. Ini yang kami gunakan untuk jembatan. Sampai Desember 2026 kami bangun 5.000 jembatan. Kalau perlu tahun depan kami bangun lebih," katanya.

Menurut pandangan Prabowo, percepatan pembangunan jembatan amat mendesak dikerjakan mengingat sebagian besar masyarakat di wilayah pelosok selama ini terpaksa mempertaruhkan nyawa demi menyeberangi aliran sungai guna menjalankan rutinitas harian mereka. 

"Rakyat di desa tidak bisa nunggu. Mereka tidak mau nunggu lagi. Banyak yang menyampaikan ke saya terima kasih. Tadinya jalan kaki satu jam, menyeberang mempertaruhkan nyawa, menyeberang pakai tali, menyeberang pakai kotak-kotak. Kami atasi," ujarnya.

Bergeser ke sektor pendidikan, Prabowo turut mematok target percepatan rehabilitasi sarana sekolah yang mengalami kerusakan parah. Ia menyebutkan bahwa hingga penghujung tahun 2026, pemerintah menargetkan perbaikan bagi lebih dari 67.000 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Ia menegaskan bahwa efisiensi belanja negara akan konsisten dilanjutkan agar ketersediaan ruang fiskal pemerintah dapat lebih diprioritaskan bagi pembangunan infrastruktur dasar serta peningkatan standar kualitas pelayanan publik. 

"Sekolah-sekolah roboh. Sampai akhir tahun kami sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah. Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih, 100.000 sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," kata Prabowo.

Terkini