Simak 7 Ciri Orang yang Sulit Percaya Orang Lain dalam Hubungan Sosial

Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:45:31 WIB
IlustrasiKarakter Seseorang.

JAKARTA - Kepercayaan memegang peranan krusial sebagai fondasi utama dalam menjalin relasi, baik bersama pasangan, keluarga, kawan, maupun rekan kerja.

Manakala rasa percaya mulai mengikis, suatu hubungan rentan diwarnai oleh keraguan, prasangka, hingga kesukaran dalam mengikat kedekatan emosional.

Pada dasarnya, hadirnya rasa percaya tidak dapat tumbuh secara instan dalam waktu singkat.

Pengalaman pahit seperti pernah dikhianati, dibohongi, atau terjebak dalam jalinan hubungan toksik kerap memicu seseorang menjadi jauh lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.

Langkah tersebut sejatinya mekanisme proteksi diri, namun bila dipelihara secara berlebihan dapat menurunkan kualitas kehidupan sosial seseorang.

Dikutip dari Get Nebbi, berikut tujuh karakteristik yang kerap ditunjukkan oleh individu yang sukar mempercayai orang lain:

Selalu Mencurigai Niat Orang Lain

Indikasi paling nyata terlihat dari munculnya rasa curiga berlebih tanpa disertai alasan atau bukti yang sah.

Mereka yang mengalami kendala kepercayaan kerap menganggap iktikad baik dari orang lain memiliki maksud terselubung di baliknya.

Enggan Membuka Diri dan Berbagi Cerita

Membangun koneksi yang sehat memerlukan keberanian untuk bersikap transparan dan jujur.

Namun, individu yang sulit percaya memilih tertutup mengenai urusan pribadi karena cemas informasi tersebut disalahgunakan untuk menjatuhkan mereka.

Menganalisis Tiap Tindakan Secara Berlebihan

Keterlambatan membalas pesan atau pergeseran nada bicara dapat memicu pikiran berlebihan (overthinking).

Mereka berupaya mencari makna tersembunyi dari setiap perilaku orang lain, yang umumnya bersumber dari trauma masa lalu.

Mengakhiri Hubungan Sebelum Melangkah Lebih Jauh

Mereka kerap memutuskan relasi lebih awal sebelum jalinan ikatan makin mendalam.

Langkah ini diambil demi membentengi diri dari potensi kekecewaan atau pengkhianatan yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Menuntut Kepastian dan Validasi Berulang

Akibat sulit menaruh rasa percaya, mereka terus-menerus meminta penegasan atas hal-hal kecil kepada pasangannya.

Kebutuhan akan validasi yang berlebihan ini kerap membuat dinamika hubungan terasa melelahkan bagi kedua belah pihak.

Sukar Merasa Aman dalam Hubungan

Perasaan cemas ditinggalkan atau dibohongi membuat mereka selalu bersiap menghadapi skenario terburuk.

Kondisi tersebut menghalangi mereka untuk menikmati kehangatan hubungan karena terlalu berfokus pada potensi kegagalan.

Menjaga Jarak Emosional

Kendati tampak karib di permukaan, mereka membenteng emosi agar tidak terlalu terikat.

Sikap membatasi diri ini dianggap sebagai jalan terbaik untuk mencegah rasa sakit hati apabila hubungan tersebut mendadak kandas.

Meski umumnya dipengaruhi trauma masa lalu, kendala kepercayaan ini sejatinya tetap dapat dipulihkan secara bertahap lewat komunikasi yang sehat.

Terkini