Proyek Investasi Majalengka Melonjak, tapi Nilainya Tertahan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:38:31 WIB
Majalengka Banjir Proyek Investasi, tapi Nilainya Malah Stagnan [FOTO: NET].

JAKARTA - Realisasi penanaman modal di Kabupaten Majalengka memperlihatkan sebuah anomali sepanjang kurun waktu tiga tahun belakangan. Kuantitas proyek investasi meroket hingga lebih dari tiga kali lipat, namun nominal investasinya justru terpantau mandek dan bahkan menyusut pada tahun 2025. 

Ketika sejumlah wilayah lain di Provinsi Jawa Barat mencatatkan lonjakan investasi yang begitu agresif, Majalengka masih tertahan dalam kategori daerah berkapasitas investasi kelas menengah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat melalui laporan bertajuk Indikator Ekonomi Provinsi Jawa Barat 2025 memaparkan bahwa akumulasi investasi Majalengka yang mencakup penanaman modal dalam negeri (PMDN) beserta penanaman modal asing (PMA) menyentuh angka Rp3,15 triliun pada kurun 2023.

Angka tersebut sempat merangkak naik menjadi Rp3,60 triliun pada tahun 2024, namun kembali mengalami koreksi ke level Rp3,36 triliun menjelang 2025. Selama periode tiga tahun tersebut, nominal investasinya konsisten berkutat di kisaran angka Rp3 triliun tanpa mencatatkan lonjakan berarti.

Sebaliknya, volume proyek investasi justru melesat secara drastis. Sepanjang 2023 tercatat sebanyak 652 proyek investasi, yang kemudian melonjak tajam hingga menyentuh 1.553 proyek pada tahun 2024, serta kembali bertambah menjadi 2.198 proyek pada tahun 2025. Dalam rentang waktu dua tahun saja, total proyek bertambah lebih dari 237 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati menuturkan di dalam pengantar laporan tersebut bahwa indikator investasi memegang peranan krusial untuk memantau fluktuasi aktivitas perekonomian lintas wilayah.

Informasi tersebut bersumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat yang menjadi bagian dari basis data statistik ekonomi guna melakukan pengamatan serta evaluasi terhadap perkembangan perekonomian lokal.

"Berdasarkan komposisi investasi, penurunan pada 2025 terutama dipengaruhi melemahnya investasi asing. Nilai PMA di Majalengka turun dari Rp2,27 triliun pada 2023 menjadi Rp1,77 triliun pada 2024 dan kembali menyusut menjadi Rp1,60 triliun pada 2025," terangnya dikutip pada Senin (27/7/2026).

Di sisi lain, sektor investasi domestik justru menunjukkan penguatan apabila dikomparasikan dengan tahun 2023, kendati sempat mendapati sedikit penyesuaian pada tahun 2025 dengan perolehan sebesar Rp1,77 triliun. Pergeseran komposisi ini menempatkan porsi penanaman modal lokal sebagai tumpuan utama realisasi investasi di Majalengka.

Apabila disejajarkan dengan kabupaten serta kota lain di kawasan Jawa Barat, pencapaian investasi Majalengka masih tertinggal cukup jauh di belakang. Memasuki tahun 2025, Kabupaten Bekasi sukses membukukan angka investasi hingga Rp81,84 triliun, Karawang sebesar Rp70,78 triliun, Bogor mencapai Rp32,47 triliun, Subang senilai Rp18,20 triliun, Purwakarta di angka Rp12,47 triliun, serta Sumedang meraup Rp5,63 triliun.

Sementara itu, total realisasi investasi Majalengka yang berada di angka Rp3,36 triliun hanya terpaut tipis di atas Indramayu dan masih berada di bawah catatan Kabupaten Cirebon yang mampu menembus kisaran Rp4,02 triliun.

Margaretha menyampaikan bahwa perbandingan tersebut mengindikasikan laju pertumbuhan investasi di Majalengka belum sanggup mengejar kecepatan ekspansi yang berlangsung di sentra-sentra investasi utama Jawa Barat.

Seiring bertambahnya jumlah proyek setiap tahunnya, kenaikan nilai investasinya belum bergerak secara proporsional, yang berakibat pada semakin kecilnya rata-rata nilai modal per proyek.

"Investasi di Majalengka dalam tiga tahun terakhir lebih banyak ditopang oleh bertambahnya jumlah proyek daripada masuknya investasi bernilai besar. Kondisi itu membuat realisasi investasi daerah belum mengalami lonjakan yang cukup untuk mengejar daerah-daerah dengan pertumbuhan investasi paling pesat di Jawa Barat," tutupnya.

Terkini