Pemkot Bandung Siapkan BRT Raya dan Gedung Parkir Atasi Kemacetan

Senin, 27 Juli 2026 | 22:25:02 WIB
Masa Depan Transportasi Bandung: BRT Raya dan Angkot Feeder Listrik [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Kota Bandung semakin menunjukkan komitmen yang kuat dalam menggenjot pembangunan mega proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya sebagai instrumen utama pemecah masalah kemacetan lalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas standar layanan moda transportasi umum bagi warga.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa integrasi sistem transportasi massal ini secara otomatis turut membukakan pintu lebar bagi masuknya arus investasi swasta serta memberikan sokongan positif terhadap program penataan wajah kawasan tata ruang perkotaan.

Farhan menguraikan bahwa pihak Pemerintah Kota Bandung telah merencanakan pembangunan fasilitas gedung-gedung parkir di sepanjang lintasan koridor Bus Rapid Transit, mengingat aturan ke depan melarang keras aktivitas parkir kendaraan di badan jalan umum serta keberadaan pedagang kaki lima.

"Sepanjang jalur BRT tidak boleh ada parkir dan tidak boleh ada PKL. Karena itu kami mengundang investor untuk membangun gedung parkir sebagai bagian dari penataan kawasan," kata Farhan dikutip dari keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Lebih lanjut, Farhan menuturkan bahwa Pemkot Bandung telah konsisten menyokong penerapan skema Public Service Obligation sejak tahun 2024 mengingat status Kota Bandung yang bertindak sebagai penerima manfaat terbesar dari layanan tersebut.

Ia pun menaruh harapan agar penetapan besaran tarif layanan Bus Rapid Transit nantinya bisa dipatok pada kisaran Rp7.000 saja, sehingga daya tarik publik untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan moda transportasi massal semakin meningkat.

"Saya sedang berjuang supaya tarifnya sekitar Rp7.000 sehingga masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi publik," ujarnya.

Menjawab kekhawatiran yang ada, Farhan menegaskan bahwa eksistensi armada angkutan kota (angkot) konvensional tidak akan serta-merta dihapuskan, melainkan diarahkan untuk bermetamorfosis menjadi layanan pengumpan (feeder) berbasis tenaga listrik yang terintegrasi langsung dengan koridor utama Bus Rapid Transit.

"Angkot lama tidak akan dihilangkan tapi akan jadi layanan feeder yang terhubung dengan koridor utama BRT," tutup Farhan.

Terkini