JAKARTA - Kelumpuhan pada sebagian sisi wajah kerap dikaitkan masyarakat dengan serangan strok.
Padahal, kondisi wajah yang tampak terkulai tersebut dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan lain bernama Bell's palsy.
Mengutip situs Mayo Clinic, Bell's palsy merupakan kelemahan tiba-tiba pada otot-otot salah satu sisi wajah yang membuatnya tampak tidak simetris.
Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada saraf fasialis yang bertugas mengendalikan gerakan otot wajah.
Berbeda dengan strok yang umumnya disertai kelemahan separuh badan dan penurunan kesadaran, Bell's palsy hanya berfokus pada area wajah.
Gejala Bell's palsy dapat berkembang dalam hitungan jam hingga beberapa hari dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Beberapa indikasi utama kondisi ini meliputi kesulitan membuat ekspresi wajah seperti tersenyum, menutup mata, atau mengernyitkan dahi.
Penderita juga kerap merasakan nyeri di sekitar rahang atau belakang telinga pada sisi wajah yang terdampak.
Selain itu, sensitivitas telinga terhadap suara dapat meningkat sehingga bunyi normal terasa jauh lebih keras.
Gejala lain yang kerap menyertai adalah sakit kepala, penurunan kemampuan indra perasa pada lidah, hingga mulut yang mudah berliur.
Perubahan jumlah produksi air mata dan air liur juga bisa terjadi, baik menjadi sangat kering maupun berlebihan.
Meskipun dapat pulih secara mandiri, penderita diimbau segera berkonsultasi dengan dokter untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.
Penerapan pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko serangan penyakit tersebut.