Menteri PU Sebut Program IJD Mampu Jaga Kelancaran Rantai Pasok

Senin, 27 Juli 2026 | 00:42:01 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa keberadaan program Inpres Jalan Daerah (IJD) difokuskan guna menjamin kelancaran alur rantai pasok pangan nasional.

"Melalui program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Imbas positifnya, lanjut Dody, bakal langsung dirasakan publik karena durasi perjalanan distribusi menjadi lebih singkat, ongkos angkut logistik dapat dipangkas, serta risiko kerusakan pada hasil panen di perjalanan bisa ditekan serendah mungkin.

Dody menegaskan bahwa selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, pengerjaan jalan daerah saat ini diwajibkan memperhatikan aspek geometrik agar aman ketika dua kendaraan roda empat berpapasan.

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) baru saja menyelesaikan penanganan perbaikan Ruas Lawe Kinga-Simpang Seberang di Kabupaten Aceh Tenggara sepanjang 4,8 kilometer.

Proyek yang digarap oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Aceh ini menjadi bentuk realisasi Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Manfaat nyata dari pelaksanaan program IJD ini pun kini mulai dinikmati langsung oleh warga masyarakat.

Merujuk pada data rekapitulasi teknis, program IJD di wilayah Provinsi Aceh telah menangani sebanyak 33 ruas jalan yang tersebar merata di 19 kabupaten/kota.

Secara keseluruhan, panjang jalan daerah yang telah berhasil ditingkatkan kualitasnya mencapai 118,73 km.

Tiap paket pengerjaan diprioritaskan pada agenda preservasi berupa penguatan struktur jalan bermaterial kokoh, mencakup fondasi atas/bawah (LPA 20 cm dan LPB 15 cm) serta lapisan permukaan aspal beton (asphalt concrete-wearing course/AC-WC) setebal 6 cm.

Lebih jauh, perbaikan konektivitas ini berhasil menjangkau kawasan-kawasan strategis di Aceh, mulai dari area kepulauan, wilayah pesisir, hingga kawasan pegunungan tengah.

Sejumlah proyek prioritas yang memberi dampak langsung bagi pergerakan warga di antaranya mencakup Kabupaten Simeulue (Wilayah Kepulauan) lewat pemeliharaan Jalan Blang Seubel-Badegong sepanjang 2 km (1 ruas) yang merupakan jalur utama distribusi komoditas Pulau Simeulue.

Lalu di Kabupaten Aceh Tenggara (Wilayah Pegunungan), perbaikan menyasar Jalan 044 Lawe Kinga-Simpang Seberang sepanjang 4,80 km (1 ruas) demi memperlancar akses logistik hasil tani.

Sementara di Kabupaten Aceh Jaya (Kawasan Pesisir Barat), preservasi menyentuh Jalan Tanoh Manyang-Seumira Seksi II sepanjang 5,40 km (1 ruas) untuk mendongkrak akses ke pusat produksi lokal.

Adapun di Kabupaten Aceh Besar, pemeliharaan jalan daerah dilakukan sepanjang 13,60 km (2 ruas) guna menopang integrasi kawasan penyangga ekonomi daerah.

Terkini