Pelemahan Rupiah Ditutup di Rp18.083 per Dolar AS Imbas Kebijakan Fed

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:48:02 WIB
Ilustrasi Rupiah dan Dollar.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa mengalami pelemahan sebesar 74 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp18.083 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.009 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa tekanan terhadap mata uang garuda dipicu oleh besarnya peluang Federal Reserve (The Fed) untuk menahan tingkat suku bunga acuannya.

“Federal Reserve diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga pada hari Rabu (29/7),” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan indikator CME FedWatch, probabilitas skenario penahanan suku bunga acuan berada di angka 62 persen. Meski demikian, arah kebijakan moneter masih dipengaruhi oleh dinamika di Timur Tengah pasca lonjakan harga minyak akibat konflik AS dan Iran di Selat Hormuz.

Pasar saat ini tengah mencermati sinyal dan pernyataan mendatang dari Ketua Fed Kevin Warsh, menyusul nada kebijakan (hawkish) yang ia sampaikan sejak keputusan penetapan suku bunga terakhir pada bulan Juni lalu.

Warsh menegaskan komitmen komite FOMC untuk menjaga kestabilan harga serta meluncurkan evaluasi menyeluruh atas operasional bank sentral AS melalui pembentukan lima gugus tugas khusus.

Dari sisi domestik, gejolak ekonomi pasca mundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur BI sempat direspons negatif oleh pasar, karena meningkatkan ketidakpastian transisi kepemimpinan di tengah maraknya arus modal keluar (outflow) dan pelemahan rupiah.

“Namun, penunjukan Destry Damayanti memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan,” ungkap dia.

Pelaku pasar kini menantikan penetapan Gubernur BI definitif yang diharapkan berjalan mulus demi menjaga independensi dan kredibilitas bank sentral dalam mengawal stabilitas nilai tukar nasional.

Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings turut memberikan pandangannya terkait pengunduran diri Perry Warjiyo dari jajaran pimpinan Bank Indonesia.

“Sovereign Analyst di S&P Global Ratings Rain Yin mengatakan kepada outlet media Bloomberg bahwa ia menilai pengunduran diri Perry Warjiyo tidak berdampak langsung pada sovereign rating Indonesia, meski hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan risiko terkait prospek kebijakan negara,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia pada hari ini turut tercatat melemah ke level Rp18.088 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.995 per dolar AS.

Terkini