Bangun Fasilitas Pengolahan Emas, Anak Usaha Saratoga-Boy Thohir Siapkan Rp2,45 Triliun

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:46:00 WIB

PORTALENERGI.ID — Melalui anak usahanya, PT Pani Industri Nusantara (PIN), EMAS meneken kontrak pengadaan mesin dan layanan konsultasi dengan Vision Green Energy (Beijing) Tech Co., Ltd. (VGE). Nilai transaksinya mencapai RMB 1,02 miliar, atau setara Rp2,45 triliun.

Dana sebesar itu akan digunakan untuk membangun fasilitas pengolahan bijih emas dengan teknologi Carbon-in-Leach (CIL). Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas awal 12 juta ton per tahun (Mtpa) dan nantinya bisa ditingkatkan hingga 24 Mtpa.

Produksi Naik Signifikan, Fasilitas Baru Jadi Andalan

Langkah ini diambil di tengah tren produksi Tambang Emas Pani yang terus menanjak. Pada kuartal kedua 2026, produksi emas mencapai 15.594 ounces, melonjak jauh dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya 1.818 ounces. Lonjakan ini terjadi seiring proses peningkatan operasi (ramp-up) fasilitas heap leach yang sudah berjalan.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, mengatakan fasilitas CIL akan menjadi mesin pertumbuhan utama perusahaan. "Dengan pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung yang berjalan sesuai rencana, EMAS tetap fokus mengembangkan Pani menjadi tambang emas berskala besar dan berumur panjang," ucapnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/8).

Fasilitas CIL ini dirancang untuk melengkapi operasi heap leach yang sudah ada. Dengan begitu, kapasitas pengolahan bijih di Tambang Emas Pani bakal meningkat secara signifikan.

Infrastruktur Pendukung dan Target Penyelesaian

Saat ini, EMAS tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas CIL. Targetnya, pengecoran beton pertama (first concrete) bisa dimulai pada awal kuartal keempat 2026.

Secara paralel, perusahaan juga membangun infrastruktur penunjang lainnya. Termasuk di antaranya fasilitas tailings atau penampungan limbah sisa pengolahan, serta penambahan pasokan listrik bersama PT PLN (Persero) untuk mendukung peningkatan kapasitas operasi.

Untuk fasilitas heap leach yang sudah beroperasi, EMAS telah menyelesaikan pembangunan cell 1 dan 2. Kapasitasnya akan terus ditingkatkan melalui peninggian tanggul hingga akhir 2026, dan berlanjut dengan pembangunan cell ketiga pada 2027. Setelah semua tahapan rampung, fasilitas heap leach ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 62 juta ton bijih.

EMAS meyakini seluruh investasi ini akan berdampak positif pada pendapatan dan laba perusahaan, sehingga memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Terkini