PORTALENERGI.ID — Langkah ini menempatkan pasar daring raksasa Amazon di dalam salah satu platform video paling populer di dunia. Bagi kreator, integrasi ini menghilangkan kebutuhan untuk menempelkan tautan afiliasi di deskripsi video dan berharap penonton menyalin tautan tersebut saat berbelanja.
Dengan bergabungnya Amazon ke dalam Program Afiliasi Belanja YouTube, kreator kini bisa merekomendasikan berbagai produk melalui integrasi bawaan yang lebih rapi dan langsung.
Daftar Produk Kurasi dan Fitur Auto-Tagging
YouTube menyatakan Amazon akan menyediakan katalog produk yang dikurasi, berisi barang-barang yang paling banyak dicari dan sedang tren. Kreator dapat menandai produk-produk ini di video mereka. Jika produk yang diinginkan tidak ditemukan, kreator bisa mengajukan permintaan penambahan produk melalui dukungan YouTube.
Fitur ini juga mendukung penandaan otomatis (auto-tagging). Jika diaktifkan, sistem YouTube akan memeriksa unggahan terbaru kreator untuk mengidentifikasi dan menandai produk Amazon yang memenuhi syarat secara otomatis.
Skema Komisi dan Analitik
Perlu dicatat, kreator tidak akan melihat rincian pendapatan per produk atau per video. YouTube Studio hanya akan menampilkan total pendapatan harian secara keseluruhan. Jika pembeli mengembalikan barang, komisi akan dipotong dari saldo kreator.
Saat ini, hanya kreator di AS yang bisa menandai produk, tetapi tag tersebut tetap bisa dilihat oleh penonton global. YouTube dapat secara otomatis mencocokkan produk yang ditandai dengan penawaran pedagang lokal terpercaya agar kreator tetap mendapat komisi dari pembelian internasional. Jika tidak ada pedagang lokal, tag akan mengarahkan penonton ke situs Amazon AS dan komisi didapat jika transaksi selesai di sana.
Syarat Menjadi Kreator
Untuk memenuhi syarat, kreator harus terdaftar di Program Partner YouTube dan Program Afiliasi Belanja. Selain itu, mereka wajib memiliki akun Amazon Influencer atau Amazon Associates yang aktif dan menautkannya ke kanal YouTube mereka.
Fitur ini relevan bagi kreator Indonesia yang ingin memonetisasi konten rekomendasi produk, meskipun saat ini masih terbatas untuk kreator AS. Perkembangan ini patut dipantau, mengingat potensi pasar belanja daring yang besar di Indonesia.