PORTALENERGI.ID — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan sistem distribusi LPG 3 kg saat ini masih terbuka dan bisa diakses siapa saja. Kondisi ini yang mendorong pemerintah menyiapkan transformasi sistem penyaluran agar subsidi tepat sasaran.
"Yang dimaksud dengan bersifat terbuka bahwa pada hari ini sebenarnya LPG 3 kg itu masih bisa digunakan oleh semua kelas masyarakat. Ini nanti yang akan kita lakukan pengaturan," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Subsidi LPG Terus Membengkak Lima Tahun Terakhir
Data Kementerian ESDM menunjukkan tren kenaikan konsumsi LPG 3 kg terjadi konsisten sejak 2021. Realisasi penyaluran tahun itu tercatat 7,46 juta MT, lalu naik menjadi 7,8 juta MT pada 2022.
Kenaikan berlanjut di 2023 dengan realisasi 8,04 juta MT, kemudian melonjak signifikan pada 2024 menjadi 8,23 juta MT. Tahun 2025 penyaluran kembali meningkat ke angka 8,52 juta MT.
Jika dibandingkan dengan pagu awal APBN 2026 sebesar 8 juta MT, proyeksi konsumsi 8,677 juta MT berarti melebihi kuota hingga 108,46%. Artinya, beban subsidi negara untuk komoditas ini dipastikan membengkak di akhir tahun.
Data NIK Jadi Kunci Penyaluran Tepat Sasaran
Laode menilai perlu ada pengendalian konsumen dan volume pembelian per orang. Upaya ini merujuk pada