BPH Migas: Distribusi B50 Lancar, Sopir Truk Akui Tak Rusak Mesin

BPH Migas: Distribusi B50 Lancar, Sopir Truk Akui Tak Rusak Mesin

PORTALENERGI.ID — Kebijakan pemerintah mencampur biodiesel ke dalam solar rupanya tak lagi bikin waswas. Hasil pantauan lapangan BPH Migas di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan wilayah lain menunjukkan para sopir truk justru memberi tanggapan positif terhadap B50.

"Dalam perbincangan dengan sejumlah sopir truk dan pengguna mobil pribadi di SPBU-SPBU, yang tadinya khawatir dengan penggunaan biofuel, sekarang tidak lagi. Mereka menyampaikan testimoni langsung bahwa biofuel ini tidak merusak mesin," ujar Fathul, Jumat (28/8).

Alasan B50 Aman dan Perhatian Khusus untuk FAME

Secara teknis, Fathul menegaskan kebijakan yang digagas Presiden Prabowo Subianto demi swasembada energi ini berhasil dan aman. Namun, ada satu catatan penting yang menyangkut bahan baku B50, yakni Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Sifat FAME yang higroskopis atau mudah menyerap air dan uap air membuat pengelolaannya butuh perhatian ekstra, terutama jika disimpan dalam waktu lama. Karena itu, BPH Migas mendorong badan usaha untuk menambah fasilitas penyimpanan khusus FAME.

"Sebetulnya memang Badan Usaha bisa menggunakan fasilitas yang eksisting. Tapi karena sifat FAME yang cenderung higroskopis sehingga mudah menyerap air atau uap air, maka pengelolaannya membutuhkan perhatian khusus, terutama jika disimpan dalam waktu lama," jelas Fathul.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kemampuan para pakar teknik dan lingkungan saat ini dinilai mampu mengatasi kendala tersebut. Penambahan fasilitas penyimpanan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga cadangan FAME agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Fokus Utama: Stok dan Distribusi Tetap Aman

BPH Migas menegaskan prioritas utamanya adalah memastikan pasokan dan penyaluran biodiesel hingga menjadi biosolar tetap aman dan terkendali. Hal ini penting mengingat B50 kini menjadi salah satu instrumen kunci dalam program hilirisasi energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

"Bagi kami BPH Migas, yang penting adalah memastikan bahwa stok dan distribusi biodiesel hingga menjadi biosolar ini aman dan terkendali bagi masyarakat," tutup Fathul.

Dengan respons positif dari pengguna dan pengawasan ketat dari regulator, implementasi B50 di lapangan menunjukkan bahwa transisi energi di sektor transportasi dapat berjalan tanpa mengorbankan performa kendaraan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index