Langkah Tepat Melindungi Diri dari Abu Vulkanik Tanpa Pakai Masker

Senin, 07 September 2026 | 05:44:32 WIB
Ilustrasi Cara Bersihkan Abu Vulkanik.

JAKARTA - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang melontarkan abu vulkanik telah memicu kelangkaan masker akibat aksi borong di pelbagai daerah, termasuk DKI Jakarta. Alhasil, banyak warga kesulitan memperoleh masker guna melindungi diri dari bahaya paparan abu.

Sebagai gambaran, abu vulkanik terdiri atas serpihan batuan gunung api berdiameter kurang dari 2 milimeter, dengan ukuran berkisar dari butiran pasir hingga halus menyerupai bedak, merujuk data International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN).

Abu umumnya bersuhu tinggi saat berada sangat dekat dengan pusat gunung api, tetapi mendingin seiring terlontar ke kawasan yang lebih jauh. Sewaktu melayang di udara, material ini sanggup memblokir sinar matahari, menurunkan jarak pandang, hingga menciptakan suasana gelap pada siang hari.

Partikel abu yang baru jatuh dapat mengandung lapisan asam yang memicu iritasi pada paru-paru serta mata. Lapisan asam tersebut umumnya luntur setelah tersiram hujan, namun aliran air hujan yang membawa endapan abu berpotensi mencemari pasokan air warga.

Cara Membentengi Diri dari Abu Vulkanik Tanpa Masker

Pihak IVHHN mengimbau masyarakat untuk tetap berlindung di dalam rumah jika memungkinkan serta menutup rapat pintu dan jendela. Aktivitas mengemudi juga patut dibatasi sebab laju kendaraan dapat menerbangkan kembali abu yang telah mengendap.

Apabila terpaksa harus berkendara, kurangi laju kecepatan dan jaga jarak aman yang lebih jauh dari kendaraan di depan. Hujan memang dapat menjernihkan kualitas udara untuk sementara, namun abu berisiko kembali beterbangan begitu mengering.

Bila masker standar sulit didapatkan, kain dapat dimanfaatkan sebagai pelindung darurat guna menyaring partikel berukuran lebih besar. Lembapkan kain menggunakan sedikit air untuk meningkatkan daya saringnya terhadap paparan abu.

Perhatian Khusus Bagi Anak-Anak

Anak-anak mengahadapi ancaman kesehatan yang serupa dengan orang dewasa, namun berisiko terpapar lebih tinggi karena ukuran tubuh yang lebih kecil serta belum mampu menjalankan langkah pencegahan secara mandiri.

Sewaktu abu masih melayang di udara, anak-anak sebaiknya tetap berada di dalam rumah dan menghindari aktivitas fisik berat seperti berlari. Aktivitas fisik meningkatkan laju napas sehingga partikel halus lebih mudah masuk ke area dalam paru-paru.

Jika harus beraktivitas di luar, anak wajib mengenakan masker dengan ukuran yang pas. Selain itu, jauhkan mereka dari tumpukan abu tebal dan dilarang keras bermain-main dengan material vulkanik tersebut.

Petunjuk Membersihkan Endapan Abu Vulkanik

Guna membersihkan endapan abu di area lantai atau permukaan mobil, basahi abu dengan sedikit air sebelum disekop agar material tidak kembali berhamburan di udara.

Namun, abu di atas atap rumah tidak boleh disiram terlalu basah lantaran beban air yang bertambah bisa meningkatkan risiko atap ambruk. Menyapu abu dalam kondisi kering juga sangat tidak dianjurkan karena dapat memicu lonjakan paparan debu secara tajam.

Di sisi lain, air yang terkena paparan hujan abu ringan umumnya masih layak dikonsumsi seusai partikelnya disaring. Meski demikian, abu dapat memengaruhi rasa air serta mengganggu proses disinfeksi sehingga menaikkan risiko kontaminasi bakteri.

Masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana dianjurkan menyimpan cadangan air bersih setidaknya untuk kebutuhan satu minggu, dengan jatah sekitar 3 hingga 4 liter per orang setiap harinya.

Bagi rumah tangga yang mengandalkan penampungan air hujan, tangki penyimpanan wajib ditutup rapat dan saluran pipa dari atap sebaiknya dilepas sebelum hujan abu melanda. Sementara itu, sayuran yang terkena endapan abu tetap aman dikonsumsi setelah dicuci bersih memakai air mengalir.

Terkini