PORTALENERGI.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (16/9) dengan penurunan 0,38% ke level 6.436,85. Tekanan jual investor asing masih membayangi pasar, sementara sejumlah emiten energi dan manufaktur justru mengumumkan ekspansi bisnis.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melaporkan kemajuan proyek tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu. Portal tambang sudah selesai dibangun, sementara penggalian terowongan menembus lebih dari 975 meter dari portal dengan kedalaman 140 meter.
Proyek Emas Poboya Masuk Tahap Kritis
Shaft ventilasi pertama juga sudah rampung. Shaft ventilasi kedua ditargetkan selesai pada paruh pertama 2027.
Melalui Citra Palu Minerals (CPM), BRMS menargetkan penambangan bijih berkadar lebih dari 3,2 gram emas per ton dari tambang bawah tanah bisa dimulai pertengahan 2027. Perseroan menyiapkan peningkatan kapasitas pengolahan dari 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton per hari.
BRMS juga berencana membangun pabrik emas baru berkapasitas 2.000 ton bijih per hari. Kedua fasilitas itu diharapkan menopang kenaikan produksi emas pada 2027-2028.
Eksplorasi Tembaga di Gorontalo
Selain emas, BRMS masih menjalankan eksplorasi tembaga di Gorontalo lewat Gorontalo Minerals (GM). Saat ini ada empat unit bor yang beroperasi di area Cabang Kiri East, dengan rencana penambahan menjadi tujuh unit di tiga lokasi pada tahun depan.
BRMS menargetkan sumber daya mineral tembaga dari kegiatan eksplorasi tersebut dapat diterbitkan pada paruh pertama 2027. Untuk tambang terbuka Poboya, kegiatan pushback sudah selesai pada Juli 2026 sehingga produksi emas dari tambang terbuka diperkirakan meningkat pada paruh kedua 2026.
Astra Otoparts Ekspansi ke Filipina
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memperluas aktivitas engineering dan otomasi manufaktur ke Filipina. Langkah itu dilakukan dengan mengirimkan mesin industri dari fasilitas produksi AUTO di Karawang ke Astra Otoparts Philippines.
Mesin yang dikirim meliputi Automation Machining Line, Automation Casting Line, dan Special Purpose Machinery. Pengiriman ditujukan mendukung operasional anak usaha perseroan di Filipina.
Ekspansi ini sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan roda dua Filipina yang mencapai 939.528 unit hingga Juni 2026, tumbuh 3,58% secara tahunan. Pada periode 2020-2025, pasar tersebut mencatat compound annual growth rate (CAGR) 7,50%.
Kalbe Farma Siap Buyback Rp500 Miliar
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana buyback berasal dari kas internal perseroan, sementara biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya dibatasi maksimal 0,10% dari nilai buyback.
Per 30 Juni 2026, KLBF memiliki total ekuitas Rp25,76 triliun. Jika seluruh nilai buyback direalisasikan, dana yang digunakan setara sekitar 1,94% dari total ekuitas perseroan.
KLBF memperkirakan aksi tersebut menurunkan pendapatan bunga sekitar Rp8,40 miliar. Namun laba per saham secara proforma diperkirakan naik menjadi Rp81,44 dari Rp80,51 pada tahun buku 2025. Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung paling lama tiga bulan, mulai 17 September hingga 17 Desember 2026.
Tekanan Jual Asing dan Sentimen Global
Investor asing mencatatkan net sell Rp592,05 miliar di pasar reguler, sementara di seluruh pasar mencapai Rp624,72 miliar. Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor berakhir melemah dengan sektor Infrastruktur turun paling dalam 1,39%.
Sentimen dari bursa Amerika Serikat juga negatif. Dow Jones turun 1,21% ke 51.461, S&P 500 melemah 0,45% ke 7.551, dan Nasdaq nyaris tidak bergerak dengan penurunan 0,01% ke 25.978. Sikap The Federal Reserve yang semakin hawkish turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Dalam enam perdagangan terakhir, arus dana asing keluar dari pasar saham Indonesia secara beruntun dengan total Rp3,38 triliun di pasar reguler dan Rp4,39 triliun di seluruh pasar. Di pasar ETF, EIDO terkoreksi 1,41%, sedangkan indeks MSCI Indonesia turun 0,92%.
Rekomendasi Saham
Sejumlah sekuritas merilis rekomendasi untuk saham tertentu. INCO direkomendasikan buy di 4800-4820 dengan target price 4880-4980 dan stop loss 4540. MITI buy 280-284, TP 294-300, SL 264.
WINS buy 610-620, TP 630-640, SL 580. AGII buy 3270-3290, TP 3350-3380, SL 3080. DPUM buy 156-158, TP 161-165, SL 148.