Menkes Sebut Sensus Ekonomi 2026 Bantu Genjot Ekonomi 8 Persen

Menkes Sebut Sensus Ekonomi 2026 Bantu Genjot Ekonomi 8 Persen
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengemukakan bahwa agenda Sensus Ekonomi 2026 mampu menyokong perumusan regulasi yang akurat pada bidang kesehatan lewat penyediaan basis data yang valid.

Langkah strategis lewat pendataan yang presisi ini diharapkan mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai angka 8 persen.

"Agar datanya masuk, kami punya data yang benar, kami bisa mengambil kebijakan yang benar. Untuk sama-sama tumbuh. Kalau data yang masuk yang salah, kami ambil kebijakannya nanti juga jadi salah," kata Budi di Jakarta, Kamis.

Dia memaparkan bahwa dari beberapa bidang yang menyumbang angka pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 5,61 persen, sektor jasa kesehatan menempati posisi ketiga sebagai kontributor terbesar dengan capaian 7,6 persen.

Untuk urutan pertama ditempati oleh sektor perhotelan serta penyediaan makanan dan minuman, yang kemudian disusul oleh bidang transportasi pada posisi kedua.

Sementara itu, sektor agraria berada di posisi keempat, sedangkan untuk sektor perindustrian menempati urutan kelima.

"Jadi kalau kami berdiskusi secara teknokratik, gimana mau naikin ke 8 persen kami masukin ke industri, padahal industri historically cuma 5 persen. Ini tidak bakal tercapai yang 8 persen. Kami harus mengerahkan waktu dan tenaga kami untuk menggenjot sektor-sektor yang pertumbuhannya di atas rata-rata pertumbuhan negara," ujar Budi.

Oleh sebab itu, pendataan pada sektor kesehatan dinilai sangat krusial. Dia merinci bahwa peta industri kesehatan saat ini terbagi ke dalam tiga subsektor utama.

Tiga subsektor tersebut meliputi bidang kefarmasian, fasilitas pelayanan kesehatan, serta industri penyediaan alat-alat kesehatan.

Menkes memaparkan tren positif pada ketiga subsektor tersebut, di mana industri farmasi tercatat tumbuh 7,5 persen dibanding periode tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk bidang pelayanan kesehatan naik 7,6 persen, dan industri perangkat medis melonjak hingga 12 persen dari tahun lalu.

"Kalau kami dorong mereka, mereka bisa menyerap tenaga kerja yang kontribusinya 2 juta tenaga kerja baru tuh setiap tahunnya," katanya.

Melalui kepemilikan data yang sahih, formulasi kebijakan yang strategis dapat dilahirkan dengan baik ke depannya.

Langkah ini sekaligus memicu akselerasi inovasi pada bermacam-macam sektor yang masih memiliki tingkat produktivitas rendah.

"Kontribusi swasta itu kan di ekonomi Indonesia lebih besar. Kami lihat saja GDP, misalnya 17 triliun, 1 triliun US, 17 ribu triliun. APBN cuma 4 ribu triliun, yang besarnya kan ada di swasta," katanya.

Budi selanjutnya mengimbau jajaran asosiasi farmasi, tata kelola rumah sakit, jaringan apotek, hingga fasilitas laboratorium untuk ikut andil secara aktif.

Mereka diajak berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026. Dia pun menjamin aspek kerahasiaan data dan memastikan ini bukan untuk penarikan pajak.

"Ini masuk benar-benar untuk kami analisa," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index