JAKARTA - Nominal jual bahan bakar minyak (BBM) milik perusahaan Pertamina secara resmi mengalami penurunan pada bulan Juli 2026. Kebijakan pemotongan nilai jual komoditas BBM tersebut mulai diberlakukan secara efektif sejak tanggal 1 Juli 2026 tepat pada pukul 00.00 WIB.
Langkah penurunan nilai jual produk BBM Pertamina ini menyasar pada varian nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, serta produk Dexlite. Untuk varian Pertamax Turbo mengalami penurunan dari harga Rp20.750 per liter kini menjadi Rp19.300 per liter.
Selanjutnya, untuk komoditas jenis Pertamina Dex merosot dari angka Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter, beriringan dengan varian Dexlite yang meluncur ke angka Rp19.700 per liter dari nilai jual sebelumnya yang berada di level Rp23.000 per liter.
Kendati nilai jual untuk jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, beserta Dexlite menyusut, pihak manajemen Pertamina memilih untuk mempertahankan nilai jual lama bagi jenis BBM nonsubsidi lainnya yaitu Pertamax dan Pertamax Green.
Nilai pasar dari produk Pertamax tidak berubah di angka Rp16.250 per liter dan jenis Pertamax Green konsisten bertengger pada level Rp17.000 per liter sejak adanya kebijakan lonjakan harga pada tanggal 10 Juni 2026 silam.
Di lain sisi, ketetapan nilai untuk varian BBM bersubsidi seperti jenis Pertalite terpantau ajek pada nominal Rp10.000 per liter, serta produk biosolar subsidi yang bertahan pada angka Rp6.800 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengutarakan, tindakan koreksi nilai jual komoditas BBM ini menjelma selaku bagian dari agenda peninjauan berkala selaras dengan mekanisme baku yang ada, dengan berpijak pada pergolakan harga minyak global, aspek fiskal, serta kemampuan belanja masyarakat.
“Sesuai yang kami ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah oenyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," kata Kitty di Jakarta.
Selain penurunan pada jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, korporasi Pertamina terpantau memotong nilai jual logistik avtur terhitung sejak 1 Juli 2026. Nilai jual avtur rute Domestik (sebelum kalkulasi pajak) pada area Soekarno Hatta melorot dari Rp22.190 per liter (Juni) menjadi Rp19.190 per liter pada Juli 2026.
“Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” kata Kitty.
Berikut merupakan rincian nominal jual BBM produksi Pertamina yang dipasarkan sepanjang periode Juli 2026:
Pertamina Biosolar (subsidi) Rp6.800 per liter
Pertalite Rp10.000 per liter
Pertamax Rp16.250 per liter
Pertamax Green Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo Rp19.300 per liter
Dexlite Rp19.700 per liter
Pertamina Dex Rp21.150 per liter