Panduan Penting dari Dokter Kulit Agar Kulit Pria Sehat dan Terawat

Panduan Penting dari Dokter Kulit Agar Kulit Pria Sehat dan Terawat
Ilustrasi laki-laki.

JAKARTA - Aktivitas melakukan perawatan area wajah selama ini kerap dianggap identik dengan rutinitas harian kaum perempuan.

Padahal, tindakan menjaga kesehatan organ kulit merupakan kebutuhan mendasar yang berlaku bagi siapa saja tanpa memandang variabel identitas gender.

"Sebenarnya perawatan kulit itu tidak memandang gender ya. Mau laki-laki, perempuan tetap perlu merawat kulitnya," ujar dr. Iksanuddin Qothi, di Lightplus Lightperience Picnic 2026, Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

Proses merawat kondisi kulit pada dasarnya tidak hanya bertumpu pada pengaplikasian produk kosmetik luar, hal yang kerap menjadi salah paham bagi kaum pria.

Kedisiplinan dalam menerapkan pola hidup yang sehat juga menjadi aspek krusial yang wajib diperhatikan. Berikut adalah rangkuman panduan lengkapnya.

Bagi kaum pria, langkah awal menjaga diri dapat dimulai dengan mengandalkan tahapan perawatan paling mendasar secara konsisten.

Kebiasaan baik ini dapat diterapkan melalui rutinitas membasuh wajah saat pagi hari serta malam hari untuk meluruhkan kotoran setelah beraktivitas di luar.

"Skincare itu basic-nya adalah three hal. Yang pertama dibersihkan, yang kedua dilembapkan, yang ketiga adalah diproteksi," jelas dr. Iksan.

Sehabis memastikan area kulit wajah dalam kondisi bersih dan dilapisi produk pelembap, tahapan final yang wajib dipenuhi adalah memasang pelindung dari radiasi sinar ultraviolet.

Sengatan terik matahari pada siang hari mengharuskan setiap individu untuk menggunakan proteksi tambahan.

"Kulit itu, mau cewek mau cowok, tetap butuh diproteksi. Apakah dengan sunscreen saja? Enggak juga. Dengan pakai payung, berlindung di bawah pohon, tapi memang lebih optimal menggunakan sunscreen," tutur dr. Iksan.

Proses membiasakan diri untuk mengoleskan produk tabir surya barangkali bakal memicu rasa kurang nyaman bagi pria yang baru pertama kali memakainya.

Timbulnya sensasi lengket pada permukaan kulit sering kali menjadi dalih utama mengapa pria enggan menerapkannya secara berkala.

"Ya, memang akan ribet dan kalau tidak terbiasa, makanya harus dibiasakan," tegas dia.

Apabila kondisi jaringan kulit wajah memerlukan penanganan yang lebih spesifik, Anda dipersilakan menyelipkan produk perawatan tambahan di sela-sela tiga tahapan inti.

Namun, proses penentuan jenis produk suplemen tersebut wajib disesuaikan dengan profil dan problem kulit masing-masing.

"Nanti tambahannya, misalkan mau pakai serum, tergantung dengan kebutuhan atau jenis kulitnya," kata dr. Iksan.

Ketidakpahaman seputar urgensi perawatan esensial serta rendahnya kemauan merawat diri kerap memicu kaum pria salah dalam mendiagnosis keluhan kulit mereka sendiri.

Cukup banyak pria berasumsi bahwa pancaran gelombang blue light dari layar gawai menjadi penyebab utama wajah mereka menjadi sangat gersang.

Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos belaka. Pemikiran keliru yang terlalu berpusat pada dampak blue light ini mengaburkan solusi konkret, yakni pemenuhan hidrasi kulit lewat produk pelembap.

"Jadi si blue light itu tidak ada pengaruh secara signifikan ke masalah kulit kering," ungkap dr. Iksan.

Daripada memusingkan efek pancaran radiasi dari layar elektronik, pria yang mengeluhkan kulit gersang sebetulnya cukup mempraktikkan langkah perawatan mendasar secara teratur.

"Biasanya, masalah kulit kering itu karena hidrasinya kurang. Entah dari dalamnya kurang minum, atau dari aplikasi luarnya kurang, atau mungkin dia kebanyakan pakai sabun cuci muka yang sifatnya lebih keras," terang dr. Iksan.

Melalui pemahaman bahwa kulit gersang dipicu oleh kekeliruan pola perawatan dan bukan akibat faktor eksternal gawai, pria diharapkan termotivasi untuk mencoba rutinitas perawatan sederhana.

Di sisi lain, efektivitas penggunaan beragam produk perawatan luar bagaimanapun juga memiliki batasan tertentu.

Kebugaran organ tubuh, termasuk lapisan kulit luar, pada prinsipnya adalah cerminan dari tingkat kualitas gaya hidup yang Anda jalani.

Oleh karena itu, kosmetik berharga mahal tidak dapat difungsikan sebagai jalan pintas instan demi mendapatkan visual wajah yang ideal.

Keselarasan intervensi dari luar tubuh serta pasokan nutrisi internal dari dalam wajib dipelihara secara seimbang.

"Menjaga kesehatan kulit itu bukan cuma dari skincare saja, tapi dari pola hidup itu yang utama," ucap dr. Iksan.

Rutinitas berolahraga secara teratur, pemenuhan waktu istirahat yang berkualitas, serta konsumsi makanan bergizi seimbang memiliki andil besar bagi kesehatan wajah.

"Kalau misalkan kami cuma mengandalkan skincare, tapi pola hidupnya berantakan, tetap akan ada masalah ujung-ujungnya," pungkas dr. Iksan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index