JAKARTA - Seorang pakar nutrisi sekaligus ahli diet terdaftar asal wilayah Florida, Amerika Serikat yang bernama Johannah Katz, MA, RDN, memberikan sebuah pernyataan medis resmi.
Ia memaparkan bahwa kebiasaan mengonsumsi teh hijau terbukti menyimpan khasiat yang besar dalam menopang stabilitas kesehatan organ hati manusia.
Organ hati sendiri dikenal luas bertindak sebagai salah satu bagian tubuh yang memegang peranan sangat krusial dalam mengolah asupan nutrisi makanan.
Di samping itu, organ ini juga berfungsi menyaring racun di dalam aliran darah, memproduksi zat empedu guna mendukung pencernaan, hingga mengontrol kadar gula darah.
"Salah satu hal yang mungkin terjadi (ketika orang minum teh hijau) adalah peningkatan penanda kesehatan hati, terutama pada orang dengan penyakit hati berlemak non-alkoholik,” kata Katz dalam laporan laman EatingWell, Kamis (15/7) waktu setempat.
Kelimpahan khasiat positif dari bahan teh hijau untuk menjaga organ hati ini bersumber dari adanya kandungan senyawa alami yang bernama katekin.
Secara lebih spesifik, senyawa yang bekerja aktif tersebut adalah epigallocatechin gallate atau yang karib disapa dengan istilah EGCG yang jumlahnya sangat melimpah.
Zat alami tersebut diidentifikasi mempunyai kemampuan klinis yang mumpuni dalam menekan kadar enzim hati yang melonjak tinggi.
Di mana indikasi kenaikan kadar enzim tersebut biasanya menjadi sebuah sinyal kuat dari adanya cedera jaringan ataupun serangan penyakit menuju ke level yang jauh lebih sehat.
Seorang ahli gizi anak sekaligus pendidik bidang nutrisi asal Amerika Serikat bernama Malina Malkani, MS, RDN, CDN, LDN, BLW terpantau ikut mengamini temuan tersebut.
Ia sepakat bahwa konsumsi komoditas teh hijau memang membawa dampak yang sangat positif bagi kebugaran internal hati manusia.
"Membiasakan minum teh hijau dikaitkan dengan penurunan enzim hati, bahkan hanya dalam beberapa minggu konsumsi rutin,” kata Malkani.
Malkani menjabarkan lebih lanjut bahwa kondisi peradangan atau inflamasi yang melanda organ hati terbukti dapat merosot secara signifikan.
Efek pemulihan tersebut dapat dirasakan setelah pasien secara disiplin meminum asupan teh hijau sebanyak 3 hingga 4 cangkir dalam sehari.
Keberadaan zat EGCG yang bertindak sebagai salah satu unsur antioksidan alami juga sanggup menetralkan molekul tidak stabil yang memicu kerusakan sel tubuh.
Rutinitas meminum teh hijau ini pun dinilai andal dalam meminimalisasi potensi serangan penyakit perlemakan hati serta kanker hati.
Kendati bahan teh hijau terbukti menyimpan sejuta manfaat baik bagi kesehatan organ hati, setiap individu disarankan untuk tidak melupakan faktor kesehatan dasar lainnya.
Masyarakat diimbau untuk konsisten menyantap makanan yang bergizi seimbang, menerapkan pola hidup yang aktif bergerak, menjauhi paparan zat racun berbahaya seperti aerosol dan asap rokok, serta membatasi konsumsi minuman beralkohol.