Menkomdigi Meutya Hafid Sebut Siaran Piala Dunia Perkuat Kebersamaan

Menkomdigi Meutya Hafid Sebut Siaran Piala Dunia Perkuat Kebersamaan
Menkomdigi: Siaran Piala Dunia 2026 Hadirkan Kebersamaan Masyarakat [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan akses siaran Piala Dunia 2026 secara gratis melalui TVRI agar seluruh masyarakat dapat menikmati pertandingan sepak bola dunia secara bersama-sama.

Saat membuka acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Pos Bloc Medan, Sumatera Utara, Senin, ia menuturkan bahwa siaran tersebut menciptakan ruang kebersamaan bagi publik.

"Jadi, malam ini kami tidak hanya terkoneksi dengan 60 titik yang diselenggarakan Komdigi, tapi begitu banyak manusia sedunia yang melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta pada Senin.

"Momen ini mempertemukan masyarakat dalam ruang publik yang sehat, penuh kegembiraan, dan memperkuat kebersamaan," kata Meutya.

Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar kegiatan nonton bareng partai final Piala Dunia 2026 di berbagai daerah, seperti Medan, Bali, Solo, Bukittinggi, serta Serang.

Menkomdigi memberikan apresiasi kepada TVRI yang kembali bertindak sebagai penyiar resmi pertandingan Piala Dunia setelah vakum selama 24 tahun.

"Untuk teman-teman TVRI, ini sejarah. Karena terakhir TVRI menjadi official broadcaster itu 24 tahun lalu. Jadi setelah 24 tahun, baru kali ini kembali ke titik kebanggaan kami TVRI," katanya.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah mengungkapkan bahwa tahun ini masyarakat dapat menyaksikan pertandingan Piala Dunia tanpa dipungut biaya melalui TVRI.

"Biasanya nonton Piala Dunia itu bayar, karena TV swasta yang membayar hak siarnya," katanya.

"Alhamdulillah tahun ini pemerintah melalui TVRI yang mengeluarkan anggarannya agar seluruh rakyat Indonesia bisa menikmati Piala Dunia tanpa harus bayar lagi, tanpa harus sewa dekoder dan lain-lainnya," ia menambahkan.

Menkomdigi berharap kegiatan nonton bareng Piala Dunia ini tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan mampu menyediakan ruang publik yang positif bagi komunitas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index