Empat Klaster Fokus Pembangunan Bali Menurut Menko Infrastruktur AHY

Empat Klaster Fokus Pembangunan Bali Menurut Menko Infrastruktur AHY
Menko AHY Fokuskan Pembangunan Wilayah Bali pada Empat Klaster [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menetapkan fokus pembangunan wilayah Bali ke dalam empat klaster utama.

“Saya ingin fokus di empat klaster, empat klaster ini upaya pengembangan Bali yang saya harapkan bisa kami kawal bersama-sama,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin (20/7/2026).

Klaster pertama adalah pariwisata yang menjadi sektor unggulan dengan kontribusi devisa mencapai Rp176 triliun dari total Rp319,9 triliun devisa nasional. AHY menekankan pentingnya pengembangan destinasi tanpa membebani daya dukung alam.

“Destinasi harus terus dikembangkan, tapi tidak boleh terkonsentrasi di 1-2 kawasan saja karena itu yang akan menambah beban pembangunan, tekanan terhadap daya dukung yang harusnya tetap tersedia dengan jumlah yang memadai,” ujar AHY.

Klaster kedua adalah konektivitas. AHY menyoroti masalah kemacetan di Pulau Dewata dan menegaskan kewajiban pemerintah untuk mencari solusi koridor transportasi yang reguler, khususnya di wilayah Bali Selatan.

Klaster ketiga adalah kualitas lingkungan. Ia menyoroti isu sampah, pencemaran air, abrasi pantai, hingga penyusutan lahan produktif seperti sawah. “Belum lagi kami bicara ada abrasi yang juga mengancam pantai-pantai kami, pesisir kami, dan berkurangnya lahan-lahan produktif termasuk yang harus kami pertahankan lahan sawah,” katanya.

Klaster keempat adalah tata ruang yang terkendali. Menurut AHY, tata ruang merupakan panglima pembangunan agar tidak memicu bencana yang dapat mengganggu sektor pariwisata dan konektivitas.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa empat fokus tersebut merupakan kebutuhan nyata yang dihadapi Pemprov Bali. Ia mengakui adanya masalah alih fungsi lahan, sampah, ancaman air bersih, kemacetan, serta kerusakan budaya akibat tekanan aktivitas pariwisata. 

Oleh karena itu, Pemprov Bali tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

“Kami sudah merinci kebutuhan infrastruktur darat di Bali untuk konektivitas antarkabupaten yang ada di Bali karena Bali ini dari ujung ke ujung itu semuanya objek wisata tapi infrastrukturnya belum memadai, baik ke arah Bali Timur, Bali Utara, maupun Bali Barat serta konektivitas antara Denpasar dengan Badung, Klungkung, Gianyar perlu diprioritaskan supaya pariwisata Bali terlayani dengan baik,” tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index