JAKARTA - PT Pertamina EP Prabumulih Field sukses mendongkrak potensi produksi minyak hingga 2.068 barel per hari (BOPD) berkat keberhasilan pengeboran Sumur LBK-031, yang menjadi sumur infill pengembangan kelima di Struktur Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
General Manager Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 Djudjuwanto menerangkan bahwasanya keberhasilan ini membuktikan komitmen perusahaan dalam memaksimalkan cadangan migas tersisa di lapangan tua (mature field).
Pada pengujian alir awal (initial flow test) per 29 Juni 2026, Sumur LBK-031 merekam potensi minyak sebesar 2.068 BOPD dan gas 2,68 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
"Keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 membuktikan bahwa lapangan mature masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan optimalisasi yang berkelanjutan," katanya.
Djudjuwanto memaparkan lokasi Sumur LBK-031 berada di timur laut Kota Prabumulih. Proses pengerjaan pengeborannya memakan waktu selama 52 hari, terhitung sejak 9 Mei sampai 29 Juni 2026.
Tahap eksekusi tersebut memanfaatkan inovasi subsurface berupa High Resolution Stratigraphic Mapping, sebuah metode pemetaan batuan bawah tanah secara mendalam untuk memetakan potensi hidrokarbon secara presisi.
Metode canggih ini memungkinkan penentuan titik bor berjalan akurat, sehingga mendongkrak peluang keberhasilan sekaligus mengoptimalkan sisa cadangan pada reservoir.
Di samping mendulang tambahan produksi, proyek Sumur LBK-031 tuntas tanpa adanya insiden kecelakaan kerja berkat penerapan ketat standar kesehatan, keselamatan kerja, lingkungan (HSSE), serta operational excellence.
Sumur LBK-031 sendiri berdiri sebagai sumur infill pengembangan kelima setelah penemuan sumur interfield LKT-01 oleh tim Subsurface and Development Planning (SSDP) Zona 4 di kawasan antara Struktur Lembak dan Tapus.
Rekam jejak manis ini melanjutkan capaian Sumur LBK-030 terdahulu yang mencetak potensi produksi awal 3.073 BOPD. Pihak Pertamina pun memasang target pengeboran Sumur LKT-023 pada triwulan ketiga 2026.
Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah menegaskan pihaknya konsisten mengeksekusi langkah strategis seperti optimasi sumur, well service berkala, dan pemantauan performa demi menekan penurunan produksi alamiah.
"Pertamina EP Prabumulih Field akan terus melakukan optimasi sumur, well service terjadwal, serta pemantauan performa produksi secara berkelanjutan guna menekan laju penurunan produksi alamiah (natural decline) seminimal mungkin. Dengan strategi ini, keberhasilan pengembangan Sumur LBK-031 diharapkan mampu menstabilkan, bahkan meningkatkan, capaian produksi migas," katanya.