Pameran di Belgia, Kopi Indonesia Potensi Tembus Rp194,2 Miliar

Pameran di Belgia, Kopi Indonesia Potensi Tembus Rp194,2 Miliar
Pameran Kopi Indonesia di Belgia.

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa sebanyak 87 pelaku usaha asal mancanegara menyatakan minat kuat untuk menjalin kemitraan dagang lebih jauh atas produk kopi asal Indonesia, dengan potensi transaksi menembus 10,8 juta dolar AS atau setara Rp194,2 miliar pada ajang World of Coffee (WOC) 2026 di Belgia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pameran tersebut memegang peranan krusial guna mengoptimalkan peluang pasar kopi di kawasan Belgia dan benua Eropa.

"Pameran di Eropa merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan kopi Indonesia. Kopi merupakan komoditas ekspor terbesar Indonesia ke Belgia. Terlebih lagi, Belgia juga berperan sebagai hub distribusi ke pasar Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Pada ajang bergengsi tersebut, Paviliun Indonesia memboyong sebelas pelaku usaha sektor perkopian. Produk yang dipajang merupakan jajaran kopi specialty jenis arabika yang dipetik langsung dari berbagai daerah penghasil utama di tanah air, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Setiap varian kopi yang ditawarkan menghadirkan kekayaan cita rasa yang unik, mulai dari karakteristik tekstur atau tingkat kekentalan, kadar keasaman, sampai jejak rasa khas yang tertinggal di tenggorokan usai dinikmati (aftertaste).

Di sisi lain, Atase Perdagangan RI di Brussel Lusyana Halmiati menilai masyarakat di kawasan Eropa saat ini kian menggandrungi kopi specialty, seiring bertumbuhnya tren kedai kopi khusus serta kebiasaan meracik kopi mandiri di hunian masing-masing.

"Sebagai pasar kopi terbesar di dunia dengan 24 persen konsumsi kopi global, Eropa membuka peluang yang besar bagi kopi Indonesia. Namun, secara umum kopi Indonesia belum terlalu dikenal luas dibandingkan kopi asal negara-negara produsen besar dunia lainnya," kata Lusyana.

Lusyana membeberkan, deretan pembeli potensial yang menyambangi Paviliun Indonesia mengutarakan kepuasan mereka karena dapat mencicipi secara langsung aneka jenis kopi beraroma khas dari berbagai penjuru wilayah nusantara.

Sebagian besar dari mereka menganggap kopi produksi Indonesia memiliki keseimbangan rasa yang pas, keunikan karakter yang menonjol, serta nilai histori cerita daerah asal yang memikat. Komoditas ini pun mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penopang ekspor terbesar Indonesia menuju Belgia.

Sepanjang tahun 2025, pencapaian ekspor kopi Indonesia ke Belgia menyentuh angka 320 juta dolar AS, sedangkan untuk cakupan kawasan Uni Eropa menembus 752 juta dolar AS. Angka ekspor ke Belgia yang menyumbang hampir separuh dari total pengiriman ke Uni Eropa ini mempertegas kedudukan Belgia sebagai gerbang hub utama menuju pasar Eropa.

Sinergi perdagangan bilateral Indonesia-Belgia pada periode Januari-Mei 2026 sendiri telah menorehkan angka 878,2 juta dolar AS. Nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar 689,9 juta dolar AS dan nilai impor dari Belgia berada di angka 188,3 juta dolar AS, sehingga Indonesia berhasil membukukan surplus sebesar 501,6 juta dolar AS.

Sementara pada catatan tahun 2025, keseluruhan nilai perdagangan kedua negara mencapai 2,41 miliar dolar AS. Pengiriman ekspor Indonesia menuju Belgia berhasil mencatatkan nilai 1,90 miliar dolar AS, sedangkan impor dari Belgia berada di angka 505,8 juta dolar AS. Lewat capaian tersebut, Indonesia mengantongi surplus perdagangan hingga 1,39 miliar dolar AS.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Belgia didominasi oleh produk alas kaki; kopi, teh, dan rempah-rempah; besi beserta baja; bahan bakar mineral; hingga deretan mesin serta perangkat listrik. Sebaliknya, impor Indonesia dari Belgia sebagian besar mencakup olahan susu, mentega, dan telur; pesawat mekanik beserta mesin; bahan kimia organik; hasil industri farmasi; serta material plastik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index