Kinerja Positif 2025 Mandiri Inhealth Catat Laba Rp321 Miliar

Kinerja Positif 2025 Mandiri Inhealth Catat Laba Rp321 Miliar
Mandiri Inhealth.

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia atau Mandiri Inhealth membukukan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp321 miliar, atau tumbuh pesat hingga 136,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan, perolehan hasil jasa asuransi bersih pada 2025 mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1.062,5 persen YoY menjadi Rp269,47 miliar.

Apabila dirinci, pendapatan jasa asuransi perseroan mencapai Rp4,68 triliun. Sementara itu, akumulasi beban jasa asuransi tercatat sebesar Rp4,33 triliun dan beban dari kontrak reasuransi yang dimiliki sebesar Rp85,73 miliar.

Di sisi lain, total hasil asuransi dan investasi bersih Mandiri Inhealth melonjak 218,3 persen YoY menjadi Rp349,19 miliar, melampaui capaian periode sebelumnya yang sebesar Rp109,69 miliar.

Secara lebih terperinci, pendapatan investasi (termasuk PAYDI) tercatat senilai Rp227,43 miliar, beban investasi (termasuk PAYDI) Rp5,32 miliar, beban keuangan dari kontrak asuransi Rp122,51 miliar, serta pendapatan keuangan dari kontrak reasuransi senilai Rp19,26 miliar.

Catatan operasional tersebut mendorong laba sebelum pajak perseroan menyentuh angka Rp340,84 miliar. Setelah dikurangi kewajiban beban pajak sebesar Rp19,84 miliar, perseroan mengantongi laba bersih setelah pajak Rp321 miliar, dengan total laba komprehensif Rp302,61 miliar.

Menilik laporan posisi keuangan per akhir 2025, Mandiri Inhealth mengelola total aset mencapai Rp3,61 triliun. Komposisi aset terbesar ditopang oleh instrumen investasi senilai Rp1,86 triliun, kas dan setara kas Rp796,95 miliar, serta aset kontrak reasuransi sebesar Rp513,88 miliar.

Pada struktur pasiva, porsi liabilitas dan ekuitas utama bersumber dari liabilitas kontrak asuransi senilai Rp1,88 triliun, modal disetor sebesar Rp1 triliun, serta akumulasi laba ditahan yang mencapai Rp426,79 miliar. Total liabilitas dan ekuitas pun tercatat seimbang senilai Rp3,61 triliun.

Indikator kesehatan keuangan perseroan juga menunjukkan kondisi yang sangat prima. Tingkat solvabilitas Mandiri Inhealth tercatat berada di level Rp1,25 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 17,9 persen secara tahunan.

Adapun besaran Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) perseroan tercatat senilai Rp321,40 miliar, dengan tingkat rasio pencapaian solvabilitas menyentuh angka 390 persen sepanjang 2025.

Sebagai informasi tambahan, struktur kepemilikan saham Mandiri Inhealth saat ini didominasi oleh PT Asuransi Jiwa IFG sebesar 80 persen, sedangkan 20 persen sisa sahamnya dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index