Adhi Commuter Beberkan Strategi Penyelesaian Proyek LRT City

Adhi Commuter Beberkan Strategi Penyelesaian Proyek LRT City
PT Adhi Commuter Properti Tbk.

JAKARTA - PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) memutuskan untuk menerapkan langkah prioritas pembangunan proyek demi mempercepat arus kas di tengah kondisi likuiditas perseroan yang masih terbatas.

Direktur Keuangan ADCP Achmad Wachid Abdullah membeberkan bahwa kondisi arus kas perusahaan yang belum optimal menjadi alasan belum dapat dipenuhinya kebutuhan pendanaan untuk seluruh proyek secara berbarengan.

"Kondisi arus kas Perseroan yang belum sepenuhnya optimal, sebagai dampak dari serapan penjualan yang belum sesuai dengan target rencana, menyebabkan ADCP belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian proyek-proyek secara bersamaan," ujar Achmad dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

Achmad menjelaskan bahwa dampak keterbatasan likuiditas berpengaruh langsung pada ritme pekerjaan di lapangan, sehingga perseroan fokus pada proyek dengan potensi penerimaan kas lebih cepat dan memiliki komitmen tinggi kepada konsumen.

Sebagai langkah efisiensi, ADCP memperketat pengelolaan kas via cash-based budgeting dengan hanya menyalurkan dana ke proyek yang memiliki tingkat penjualan tinggi dan berkontribusi pada penerimaan kas.

Langkah percepatan penyerapan kas juga ditempuh melalui penjualan unit ready stock, monetisasi aset noninti beserta lahan cadangan, hingga negosiasi restrukturisasi kewajiban kepada pihak kreditur.

Perseroan juga menjalin kerja sama dengan perbankan serta memanfaatkan saluran penjualan lewat Danantara untuk mendorong persediaan properti agar lebih cepat terkonversi menjadi kas.

Dalam pengelolaan persediaan, ADCP menerapkan skema pembangunan berbasis komitmen pre-sales, di mana konstruksi apartemen baru dimulai setelah pre-sales menyentuh minimal 40 persen dan struktur atas dibangun saat mencapai 60 persen.

"Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga arus kas sekaligus meminimalkan risiko penumpukan persediaan," imbuhnya.

Perseroan mengakui beberapa proyek mengalami penundaan, seperti LRT City Cibubur yang kini sedang disiapkan dengan skema kontraktor turnkey agar proyek tetap berjalan tanpa bergantung pada kas internal.

Adapun proyek LRT City Bekasi Timur Green Avenue serta Oase Park masih tertahan penembangannya sembari menunggu tingkat penyerapan pasar membaik untuk memperoleh pendanaan memadai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index