Manfaat dan Klaim Menyesatkan Sea Moss Menurut Ahli Gizi pada 2026

Manfaat dan Klaim Menyesatkan Sea Moss Menurut Ahli Gizi pada 2026
Ilustrasi Sea Moss.

JAKARTA - Olahan rumput laut merah atau sea moss tengah populer di tengah masyarakat sebagai produk kesehatan dalam bentuk gel, kapsul, hingga minuman smoothie.

Popularitas bahan ini meroket seiring banyaknya klaim mengenai manfaat untuk sistem pencernaan, kelenjar tiroid, hingga kesehatan jantung.

Kendati demikian, sejumlah ahli gizi menilai berbagai klaim manfaat tersebut masih tergolong berlebihan dan belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Melansir GQ, para ahli diet terdaftar mencoba meluruskan berbagai mitos nutrisi yang beredar luas di media sosial terkait sea moss.

Ahli diet Gage Blottenberger menyebut sea moss sebagai rumput laut merah yang kaya serat dan bertindak sebagai prebiotik penunjang bakteri baik usus.

Namun, ahli diet Xavier Toledo mengingatkan bahwa kadar serat dalam suplemen sea moss umumnya kurang dari satu gram sehingga bukan sumber serat utama.

Selain itu, klaim populer yang menyebut sea moss mengandung 92 dari 102 mineral kebutuhan tubuh dinilai sangat menyesatkan oleh para ahli.

Meskipun mengandung zat besi, seng, dan yodium, jumlah mineral tersebut tidak serta-merta menjadikan sea moss sebagai makanan super tanpa tanding.

Terkait kesehatan tiroid, asupan yodium berlebih dari sea moss justru berisiko mengganggu fungsi organ jika dikonsumsi secara tidak terukur.

Guna menjaga keamanan, konsumen disarankan memilih produk yang telah teruji pihak ketiga serta bebas dari kontaminasi logam berat lingkungan laut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index