Mentrans Tekankan Peran SDM dan Iptek Bagi Kawasan Transmigrasi 2026

Mentrans Tekankan Peran SDM dan Iptek Bagi Kawasan Transmigrasi 2026
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.

JAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi sangat membutuhkan sokongan sumber daya manusia (SDM) unggul serta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan tanpa hadirnya ilmu pengetahuan dan teknologi di tempat atau di kawasan itu,” kata Iftitah dalam pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026, di Jakarta, Rabu.

Ia menerangkan bahwa pemerintah terus memfasilitasi hadirnya SDM berkualitas di kawasan transmigrasi lewat sinergi bersama pihak perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi merupakan pusat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memacu pembangunan wilayah.

“Kami pemerintah hanya memfasilitasi hadirnya SDM unggul di kawasan-kawasan yang betul-betul membutuhkan kehadiran Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya.

Iftitah menggarisbawahi bahwa agenda pembekalan ini mesti dipandang sebagai pijakan awal, bukan agenda formalitas semata yang usai setelah acara ditutup.

Ia mendorong para peserta Tim Ekspedisi Patriot untuk bekerja secara maksimal sepanjang empat bulan masa dinas demi menciptakan hasil nyata yang bermanfaat bagi warga lokal.

“Tolong berikan totalitas, tolong berikan yang terbaik selama empat bulan di sana,” ujarnya pula.

Ia menilai setiap peserta wajib mengusung target yang terukur serta memakai pola pikir yang mengintegrasikan input, proses, output, outcome, hingga dampak keberlanjutan.

Mentrans juga mengingatkan peserta untuk cepat berbaur dengan warga setempat serta menjauhi perselisihan yang tidak berfaedah.

"Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, perlu dibuktikan melalui kerja dan manfaat nyata di lapangan," kata Iftitah.

Adapun Tim Ekspedisi Patriot 2026 diperkuat oleh 1.476 peserta yang terbagi ke dalam 246 tim untuk diterjunkan pada 53 kawasan transmigrasi. Lokasi tersebut meliputi 41 kawasan prioritas nasional, dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, serta 10 kawasan di wilayah Papua.

Sebanyak 246 ketua tim dan 1.230 anggota berhasil lolos dari total 10.359 pendaftar pada seleksi tahun ini. Tiap kelompok terdiri dari satu ketua dan lima anggota yang terdaftar melalui perguruan tinggi mitra.

Program periode ini merupakan kesinambungan dari Tim Ekspedisi Patriot 2025. Penugasan kali ini difokuskan untuk menindaklanjuti temuan riset terdahulu sekaligus merintis produk unggulan daerah berbasis teknologi dan inovasi.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Transmigrasi Patriot dalam agenda 5T Kementerian Transmigrasi yang dirancang untuk mempertemukan riset ilmiah dengan masalah di lapangan, serta menghadirkan pemuda sebagai agen perubahan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index