JAKARTA - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re membukukan kinerja positif pada Divisi Reasuransi Jiwa sepanjang Semester I 2026.
Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re Delil Khairat menyampaikan pada periode tersebut, Divisi Reasuransi Jiwa meraup gross premium atau premi bruto senilai Rp938 miliar.
Di sisi lain, pada indikator gross premium dan Hasil Underwriting Bersih (HUB), realisasi kinerja mampu melampaui target RKAP, dengan masing-masing capaian sebesar 99 persen dan 123 persen dari target.
“Indonesia Re menilai kondisi tersebut sebagai indikator bahwa strategi reshaping portofolio mulai menghasilkan peningkatan kualitas bisnis, di mana fokus perusahaan tidak hanya pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada penciptaan profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan,” tuturnya dalam keterangan tertulis.
Ia menerangkan terdapat tiga faktor utama pencetus keberhasilan Indonesia Re dalam menjaga profitabilitas HUB di tengah lonjakan tekanan klaim kesehatan.
Faktor pertama yakni menjaga kualitas akseptasi risiko lewat kepastian bahwa setiap risiko yang diterima telah melalui mekanisme pricing dan underwriting yang prudent, berbasis data, serta selaras dengan profil risiko perseroan.
Langkah kedua yakni melangsungkan reshaping portofolio secara aktif dan berkesinambungan. Indonesia Re mengevaluasi setiap segmen bisnis berdasarkan kontribusi profitabilitas, lalu membenahi portofolio dengan hasil kurang optimal.
“Strategi tersebut dalam jangka pendek dapat memengaruhi pertumbuhan Gross Premium, namun pada saat yang sama menghasilkan peningkatan kualitas portofolio yang tercermin pada pertumbuhan Hasil Underwriting Bersih,” ucap Delil.
Faktor ketiga adalah memperkuat sistem serta proses operasional. Indonesia Re terus menyempurnakan administrasi dan realisasi bisnis, termasuk harmonisasi format pelaporan bersama para cedant agar rekonsiliasi data premi dan klaim lebih akurat.
Lebih jauh, Delil mengungkapkan lini health memberikan kontribusi terbesar terhadap total perolehan premi Divisi Reasuransi Jiwa pada Semester I 2026, yakni sekitar 41 persen dari bisnis Health Individual dan Health Group.
Sementara itu, lini Individual Life menempati posisi kedua dengan sumbangan sekitar 24 persen terhadap total premi.
“Dominasi lini Health pada periode tersebut terutama dipengaruhi oleh siklus renewal bisnis Health Group, yang pada umumnya terkonsentrasi pada awal tahun,” bebernya.
Kendati demikian, Indonesia Re tetap mengedepankan kualitas akseptasi pada setiap bisnis yang diterima agar portofolio kesehatan berkontribusi positif terhadap kinerja underwriting perusahaan.
Di sisi lain, Client Market and Pricing Actuary Life & Health Division Head Indonesia Re Nico Demus menilai inflasi medis menjadi perhatian utama industri asuransi jiwa dan kesehatan.
“Menyikapi kondisi tersebut, Indonesia Re secara konsisten menerapkan kebijakan pricing dan underwriting yang berbasis data, didukung analisis aktuaria yang komprehensif serta prinsip kehati-hatian,” tegasnya.