JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) resmi menguasai kepemilikan mayoritas pada PT Maybank Asset Management (PT MAM) serta PT Maybank Sekuritas Indonesia (PT MSI) sebagai bagian dari pembentukan konglomerasi keuangan Maybank Group di Indonesia.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi perseroan pada Selasa (4/8/2026), Maybank Indonesia menandatangani akta jual beli saham PT MAM bersama pihak Maybank Asset Management Sdn. Bhd. serta Koperasi Jasa Mitra Anugerah Makmur.
Pada hari yang sama, perseroan turut menandatangani akta pengambilalihan dan akta jual beli saham PT MSI bersama PT Maybank Sekuritas Indonesia dan Maybank IBG Holding Ltd.
Dalam transaksi PT MAM, Maybank Indonesia menyerap 36.000 saham PT MAM dari Maybank Asset Management Sdn. Bhd. serta 720 saham dari Koperasi Jasa Mitra Anugerah Makmur.
Aksi korporasi tersebut menempatkan perseroan sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi penguasaan 51 persen saham PT MAM.
Nilai akuisisi PT MAM menembus angka Rp5,35 miliar. Sumber pendanaan berasal dari langkah realokasi aset likuid atau High Quality Liquid Assets (HQLA) ke instrumen investasi berbasis saham.
"Pengambilalihan PT MAM dilakukan untuk memenuhi ketentuan Peraturan OJK Nomor 30 Tahun 2024 mengenai Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan. Dalam struktur tersebut, Maybank Indonesia akan bertindak sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional, sedangkan PT MAM menjadi anggota konglomerasi keuangan," jelas Presiden Direktur BNII Steffano Ridwan.
Sebelum eksekusi transaksi, pihak Maybank Indonesia telah mengantongi izin OJK lewat Surat Nomor S-114/PB.33/2026 tanggal 18 Mei 2026 dan Surat Nomor S-351/PM.II/2026 tanggal 30 Juli 2026, beserta restu rapat pemegang saham perseroan dan PT MAM.
Selain itu, Maybank Indonesia turut mengambil alih porsi saham pada PT Maybank Sekuritas Indonesia dengan menyerap 219,66 juta saham baru PT MSI dan membeli 36,367 juta saham PT MSI dari Maybank IBG Holding Ltd.
Langkah tersebut mencerminkan porsi kepemilikan langsung sebesar 41,32 persen saham PT MSI. Namun, berkat kepemilikan tidak langsung sebesar 9,68 persen melalui PT Maybank Indonesia Finance, pascatransaksi Maybank Indonesia memegang total 51 persen saham PT MSI.
Nilai keseluruhan transaksi pengambilalihan PT MSI menyentuh angka Rp583,74 miliar, yang didanai melalui mekanisme realokasi aset likuid (HQLA) ke dalam aset saham.
Aksi pengambilalihan PT MSI ini ditujukan demi memenuhi mandat POJK Nomor 30 Tahun 2024. Setelah transaksi ini efektif, Maybank Indonesia bakal resmi menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan operasional dan PT MSI sebagai anggotanya.
OJK telah menyetujui transaksi tersebut melalui Surat Nomor S-114/PB.33/2026 tanggal 18 Mei 2026 dan Surat Nomor S-352/PM.II/2026 tanggal 30 Juli 2026 perihal perubahan susunan pemegang saham PT Maybank Sekuritas Indonesia. Transaksi ini juga sudah mengantongi persetujuan pemegang saham perseroan dan PT MSI.