BYD Resmikan Stasiun Flash Charging ke-10.000 di Shenzhen, Target 20.000 Unit Akhir 2026

BYD Resmikan Stasiun Flash Charging ke-10.000 di Shenzhen, Target 20.000 Unit Akhir 2026

PORTALENERGI.ID — Peresmian stasiun ke-10.000 ini menjadi titik tengah dari rencana besar BYD yang bertajuk "Flash Charging China". Perusahaan menargetkan total 20.000 stasiun pengisian daya cepat beroperasi di seluruh Tiongkok hingga akhir 2026, dengan rincian 18.000 stasiun di kawasan perkotaan dan 2.000 stasiun di sepanjang jalan tol.

Artinya, dalam sisa waktu kurang lebih empat bulan di tahun ini, BYD masih harus membangun sekitar 10.000 stasiun lagi. Laju penyelesaian yang dibutuhkan rata-rata 2.500 stasiun per bulan—sebuah angka yang menuntut percepatan ekstrem di lini konstruksi dan logistik.

Teknologi 1,5 Megawatt yang Mendisrupsi Standar Pengisian

Kunci dari agresivitas ekspansi ini adalah terobosan teknis yang diperkenalkan pada Maret lalu. Blade Battery generasi kedua dipadukan dengan peralatan pengisian yang mampu menghasilkan daya puncak hingga 1,5 megawatt per charging gun.

Dengan kombinasi tersebut, sistem pengisian BYD sanggup mengisi baterai dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit. Durasi ini sejajar dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh tangki kendaraan konvensional, menghilangkan salah satu hambatan psikologis terbesar konsumen terhadap kendaraan listrik.

Pengakuan atas teknologi ini datang dari berbagai pihak. Pada 11 Agustus, teknologi tersebut memenangkan penghargaan Paul Pietsch dari Jerman—menjadikan BYD perusahaan Tiongkok pertama yang meraih penghargaan bergengsi ini sejak digelar pertama kali pada 1989. Sebelumnya, pada Juli lalu, Blade Battery generasi kedua dan teknologi flash charging turut dipilih Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok masuk dalam daftar "peralatan nasional utama", bersanding dengan teknologi kelas dunia seperti sistem pemulihan roket terkendali.

Sinergi dengan Sinopec dan Ekspansi ke Jerman

Untuk meringankan tekanan ketersediaan lahan, BYD menggandeng mitra eksternal. Pada Juni lalu, kerja sama dengan Sinopec ditandatangani untuk memanfaatkan jaringan stasiun bahan bakar milik raksasa energi negara tersebut. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan stasiun layanan terintegrasi yang menggabungkan pengisian bahan bakar, pengisian daya cepat, sekaligus layanan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Di pasar internasional, stasiun pengisian daya cepat pertama BYD di Jerman resmi beroperasi pada Mei lalu. Proyek ini menandai pengisian daya cepat berskala megawatt pertama perusahaan di kawasan Eropa.

Peta Jalan Global: 6.000 Stasiun di Luar Tiongkok

Rencana ekspansi BYD tidak berhenti di pasar domestik. Perusahaan menargetkan pembangunan 6.000 stasiun flash charging di luar Tiongkok, dengan rincian:

  • 3.000 stasiun di Eropa
  • 2.000 stasiun di kawasan Amerika
  • 1.000 stasiun di wilayah Asia-Pasifik

Langkah ini menegaskan posisi BYD bukan sekadar produsen kendaraan listrik, melainkan pemain utama dalam ekosistem infrastruktur energi baru secara global. Kecepatan pembangunan infrastruktur ini akan menjadi faktor penentu adopsi kendaraan listrik massal, termasuk di pasar-pasar yang selama ini ragu karena keterbatasan fasilitas pengisian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index