Pertamina NRE Kaji Olah 300 Ton Sampah Bandung Jadi Bahan Bakar Alternatif

Pertamina NRE Kaji Olah 300 Ton Sampah Bandung Jadi Bahan Bakar Alternatif

PORTALENERGI.ID — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani nota kesepahaman pengembangan proyek percontohan Decentralized Waste Management (DWM) di Kota Bandung, dengan rancangan awal mengolah sekitar 300 ton sampah kota per hari. Fasilitas ini dirancang memisahkan material bernilai daur ulang dan fraksi combustible untuk diubah menjadi bahan bakar alternatif. Proyek ini menyasar pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil di pembangkit listrik dan sektor industri.

Penandatanganan berlangsung di Kantor Danantara, Jakarta. Turut hadir Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa, Managing Director Technology Advancement Danantara Dwi Susanto, serta sejumlah pejabat dari PT Danantara Development Management Fund.

Dari sisi pemerintah dan mitra, hadir Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi M. Fauzan, Direktur Proyek & Operasi Pertamina NRE Norman Ginting, Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia Hokkop Situngkir, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Darto A.P.

Sampah Dipandang sebagai Sumber Daya, Bukan Beban

Konsep DWM menempatkan sampah perkotaan sebagai material yang masih bisa dipulihkan nilainya. Rancangan fasilitas mencakup mechanical sorting dan material recovery, mulai dari bag opening, screening, magnetic separation, ballistic separation, hingga eddy current separation.

Rangkaian proses itu memisahkan material yang masih bernilai daur ulang, fraksi organik atau fines, serta fraksi combustible. Fraksi terakhir inilah yang diproses lebih lanjut menjadi bahan bakar.

Norman Ginting menegaskan paradigma pengelolaan sampah perlu diubah. "Sampah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai," ujarnya.

Menurut Norman, material bernilai bisa dipulihkan, sementara fraksi berenergi tinggi dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif dengan kualitas lebih terkontrol.

Dari Sampah ke Solid Recovered Fuel

Fraksi combustible yang sudah dipisahkan melewati tahap pencacahan, pengeringan, pencampuran, dan pengendalian kualitas. Hasil akhirnya berupa Solid Recovered Fuel (SRF) dengan karakteristik lebih konsisten.

SRF berpotensi menggantikan sebagian bahan bakar fosil, baik lewat co-firing di pembangkit listrik maupun untuk kebutuhan energi sektor industri. Dalam kajian yang berjalan, fraksi combustible dari sampah kota juga bisa dikombinasikan dengan sekam untuk menghasilkan blended SRF.

Norman menyebut nilai teknologi proyek ini bukan sekadar mesin pengolah sampah. "Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun sistem yang mampu mengubah sampah yang sangat heterogen menjadi material dan bahan bakar yang lebih konsisten, terukur, dan memiliki nilai ekonomi," katanya.

Peran Pertamina NRE dan Tahap Selanjutnya

Dalam struktur awal, Pertamina NRE direncanakan menjadi developer sekaligus operator. Perusahaan akan didukung pemerintah daerah serta mitra engineering, procurement and construction (EPC), technology provider, supplier, dan offtaker.

Setelah MoU diteken, para pihak melanjutkan kajian melalui feasibility study. Cakupannya meliputi karakteristik dan supply chain sampah, spesifikasi produk akhir, supply chain sekam, pemilihan technology provider, konfigurasi teknologi, utilitas, pekerjaan sipil, dan kebutuhan perizinan.

Keberhasilan proyek bergantung pada integrasi di sepanjang rantai nilai. Mulai dari kepastian pasokan sampah, kesiapan lahan dan infrastruktur, ketersediaan bahan pendukung, kualitas produk, hingga kepastian pembeli atau offtaker.

Pertamina NRE berharap proyek percontohan di Bandung menjadi model pengelolaan sampah yang terbukti secara teknis, layak secara komersial, berkelanjutan secara lingkungan, dan bisa direplikasi di kota lain.

"Jika Bandung dapat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah terintegrasi dapat berjalan secara teknis, ekonomis, dan berkelanjutan, maka model ini berpotensi direplikasi di berbagai wilayah Indonesia," tutup Norman.

Bagi Pertamina NRE, langkah ini memperluas portofolio energi terbarukan dari sekadar pembangkit ke pengelolaan limbah kota. Jika berhasil, sampah yang selama ini jadi persoalan lingkungan bisa masuk rantai pasok energi dan ekonomi sirkular.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index