JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, Sulawesi Tengah, mulai merancang rencana pascatambang periode 2036-2040 untuk wilayah Bahodopi Blok 2 dan 3.
“Kami menyadari bahwa kegiatan pertambangan memiliki siklus. Oleh karena itu sejak dini kami mulai menyusun rencana pascatambang di Bahodopi Blok 2 dan 3 pada tahun 2036 - 2040 mendatang,” kata Head of Permit PT Vale Muharam Zamzam di Morowali, Sabtu.
Muharam membeberkan bahwa konsultasi bersama stakeholder menjadi agenda vital bagi PT Vale guna menjalankan aktivitas pertambangan yang transparan, bertanggung jawab, serta berkelanjutan.
Menurutnya, rencana pascatambang bukan sebatas pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan upaya bersama agar saat masa penambangan usai, masyarakat tetap memperoleh lingkungan layak, pertumbuhan ekonomi, dan masa depan lebih baik.
Pihaknya menegaskan bahwa PT Vale enggan meninggalkan area bekas tambang tanpa nilai guna. Perusahaan berkomitmen mewariskan dampak positif lewat lahan terrehabilitasi, tata kelola air, pemberdayaan warga, serta sinergi yang terus terpelihara.
Secara garis besar, rencana pascatambang Bahodopi Blok 2 dan 3 periode 2036 hingga 2040 mencakup rehabilitasi lahan, pengelolaan air, keandalan geoteknik, pemberdayaan warga, pemanfaatan fasilitas, hingga penyelarasan tata ruang.
Mengenai rehabilitasi serta revegetasi lahan, PT Vale bakal melakukan penataan bentang alam, penanaman ulang, pemulihan kesuburan tanah, dan penanganan erosi guna memastikan area bekas tambang tetap aman dan produktif.
“Yang kedua adalah pengelolaan air dan lingkungan, yang mana PT Vale berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas air, menjaga nilai hasil kualitas air pengendapan, serta menjaga parameter lingkungan hidup tetap baku mutu,” ujarnya.
Di samping itu, perseroan konsisten memantau kualitas udara, air, hingga keanekaragaman hayati sebagai bagian terpadu dari sistem pengelolaan lingkungan hidup.
Sektor berikutnya mencakup kestabilan geoteknik serta keselamatan kerja. PT Vale berkomitmen memastikan area pertambangan tetap stabil dan aman bagi warga, dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Pada bidang sosial ekonomi, perusahaan akan menggulirkan program pelatihan vokasi, penguatan UMKM, hingga sektor pertanian dan perkebunan.
PT Vale pun menyiapkan pemanfaatan aset serta infrastruktur penunjang yang layak sesuai aturan agar dapat difungsikan oleh masyarakat luas, seraya menyelaraskan dengan regulasi tata ruang wilayah.
“Jadi konsultasi stakeholder ini kami maknai sebagai ruang dialog yang terbuka. Kami ingin mendengar masukan, aspirasi, koreksi dan harapan seluruh pihak agar rencana pascatambang ini dapat benar-benar berjalan sesuai dengan harapan kami bersama,” katanya.
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menyambut positif konsultasi stakeholder tersebut, seraya menyebut bahwa tahapan pascatambang kerap dikesampingkan oleh banyak perusahaan.
Menurutnya, fase pascatambang justru menjadi tumpuan bagi keberlanjutan roda ekonomi masyarakat ketika operasional perusahaan di Kabupaten Morowali telah berakhir.
Bupati memberi contoh peluang budi daya tanaman jambu mete dan kelapa sawit yang berpotensi memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi warga lokal serta generasi mendatang.
“Tanaman mente misalnya, sawit, agar dapat berdampak positif bagi masyarakat setempat dan generasi akan datang,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Iksan meminta semua pihak mengkaji dokumen rencana pascatambang tersebut secara cermat agar realisasinya benar-benar mendatangkan manfaat nyata bagi lingkungan maupun ekonomi warga.