Mengapa Resolusi Tak Boleh Dibagikan Terlalu Cepat Simak Kata Pakar

Rabu, 22 Juli 2026 | 03:32:01 WIB
Ilustrasi journaling.

JAKARTA - Banyak orang mengawali tahun baru dengan menyusun daftar resolusi, mulai dari program penurunan berat badan, rutinitas olahraga, hingga penguasaan keterampilan baru.

Tak sedikit pula yang langsung mengumumkan target tersebut kepada lingkaran teman, keluarga, maupun di jejaring media sosial.

Kendati demikian, mengumumkan resolusi terlalu awal justru dinilai dapat menyulitkan pencapaian target tersebut secara nyata.

Pakar neurosains Marwa Azab Ph.D. merujuk pada ulasan Psychology Today yang memaparkan bahwa membagikan impian kepada publik dapat mengikis tingkat motivasi internal seseorang.

Studi psikologi sosial oleh Peter Gollwitzer mengenai goal intentions menunjukkan bahwa mengumumkan tujuan hidup dapat mengurangi dorongan bertindak.

Ketika seseorang menceritakan rencana dan menerima respons positif berupa pujian, otak akan mengecap kepuasan emosional secara prematur.

Sinyal kepuasan ini membuat otak menganggap suatu kemajuan telah terjadi, padahal langkah riil belum dieksekusi sama sekali.

Dampaknya, motivasi untuk konsisten berusaha kian meredup karena sistem penghargaan otak sudah menerima imbalan psikologis lebih awal.

Azab menerangkan fenomena ini sebagai premature sense of completeness atau rasa pencapaian yang hadir terlalu cepat.

Mekanisme ini berkaitan erat dengan pelepasan neurotransmiter dopamin yang mengontrol dorongan motivasi manusia.

Tingginya rasa puas yang dipanen di awal akan menyusutkan ambisi untuk mengambil tindakan nyata dalam jangka panjang.

Sebagai solusinya, para pakar merancang implementation intentions, yaitu formulasi rencana spesifik mencakup waktu, lokasi, dan mekanisme eksekusi.

Dibanding sekadar memasang target umum, rencana konkret seperti menjadwalkan olahraga 30 menit pascalelah bekerja terbukti jauh lebih efektif.

Pendekatan ini membantu individu mengaitkan impian secara langsung dengan dinamika situasi harian yang nyata.

Apresiasi publik bukanlah penentu utama keberhasilan sebuah resolusi, melainkan konsistensi dalam mengeksekusi tindakan kecil secara bertahap.

Terkini