Wamendagri Minta Distribusi Pangan di Bali-Nusra Diperkuat

Senin, 27 Juli 2026 | 01:18:32 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.

JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menekankan pentingnya mengukuhkan sinergi distribusi pasokan pangan di kawasan Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) demi menekan laju inflasi.

“Bank Indonesia bersama dengan kepala daerah dari Bali, NTB dan NTT terus memperkuat kolaborasi. Kami memastikan produksi, distribusi ini aman dan terkendali,” kata Wamendagri Bima Arya di sela gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera (GPIPS) di Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin.

Ia menilai kolaborasi lintas daerah menjadi langkah krusial mengingat ketiga wilayah tersebut menyimpan potensi ekonomi besar yang disokong oleh sektor pariwisata, ketahanan pangan, hingga UMKM.

Mantan Wali Kota Bogor ini menambahkan, meski ketiganya kaya potensi, tantangan utama yang dihadapi relatif serupa yakni kendala konektivitas yang berdampak langsung pada tingginya ongkos logistik serta proses produksi.

“Produksi dan distribusi sama-sama menantang. Belum lagi kawasan ini bertumpu kepada pariwisata yang menimbulkan efek volatibilitas cukup tinggi juga,” ucapnya.

Lewat skema kerja sama antardaerah, kawasan yang mengalami surplus komoditas tertentu dapat langsung menyokong daerah tetangga yang kekurangan, dan begitu pula sebaliknya.

Di samping itu, Wamendagri menggarisbawahi urgensi pemanfaatan teknologi informasi guna memetakan fluktuasi harga sejak dari hulu hingga tahap produksi yang terintegrasi bersama para pemangku kebijakan.

“Tapi tidak semua bisa memanfaatkan dan mengkoordinasikan data itu dengan stakeholders,” imbuhnya dalam sambutan.

Langkah ketiga yang dinilai penting untuk jangka panjang adalah konsistensi dalam mempertahankan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar terhindar dari alih fungsi lahan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Indra menyampaikan bahwa ketiga provinsi memiliki prospek besar untuk mengoptimalkan sinergi antardaerah.

Bali misalnya, kata dia, dapat menggalang kerja sama suplai dengan NTB yang dikenal sebagai sentra penghasil bawang merah dan bawang putih.

Di sisi lain, Bali menjadi salah satu produsen beras, termasuk varietas beras merah dan beras organik yang diproduksi dari wilayah Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan.

“Kemudian dari kami mendistribusikan telur ke NTB dan NTT dan pangan lainnya. Memang kami bertiga itu saling membutuhkan,” ucapnya.

Pada agenda tersebut, pihak terkait juga langsung melakukan aksi penyerapan, penyediaan, hingga distribusi pangan di Bali, NTB, dan NTT, disertain penyerahan bantuan sarana prasarana serta pembiayaan sektor pertanian.

Terkini