Kemnaker Perkuat Bursa Kerja Berbasis AI Bersama Microsoft GreatNusa

Selasa, 28 Juli 2026 | 02:32:01 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kemitraan bersama Microsoft, Universitas Bina Nusantara (Binus University), serta GreatNusa guna memperluas bursa kerja berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mempertemukan para pencari kerja dengan kebutuhan industri nasional.

"Jadi pagi ini kami ada acara kolaborasi dengan Great Nusa dan Microsoft terkait dengan online job fair (pameran kesempatan kerja). Dan kemudian boosting terkait dengan knowledge dan skill tentang AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan)," kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Jakarta, Selasa.

Yassierli menyampaikan bahwa sinergi tersebut diwujudkan lewat Pameran Kesempatan Kerja atau Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang digelar di Kantor Kemnaker Jakarta sebagai ruang penguatan kapasitas para pencari kerja nasional.

Menurutnya, kriteria kebutuhan sektor industri terhadap tenaga kerja yang terampil memanfaatkan kecerdasan buatan terus meningkat pesat sehingga Indonesia harus bergegas menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global.

Ia mencontohkan laju perekrutan talenta digital dan AI di Hyderabad, India, yang melonjak hingga 11 persen sebagai gambaran konkret besarnya kebutuhan pasar industri terhadap kemampuan tersebut.

Yassierli menuturkan pihak Microsoft telah menyalurkan pelatihan keterampilan digital kepada sekitar 50 ribu orang, sehingga kolaborasi lintas lembaga perlu terus diperluas guna memacu akselerasi kualitas angkatan kerja Indonesia.

Kemnaker turut mengoptimalkan fungsi 43 balai pelatihan di Indonesia sebagai instrumen utama peningkatan kapabilitas tenaga kerja lewat pembelajaran praktis, konvensional, digital, hingga penguasaan teknologi mutakhir.

Selain mengandalkan balai fisik, peningkatan kompetensi juga diselenggarakan daring agar masyarakat memperoleh akses lebih luas untuk mengikuti pelatihan sesuai arah transformasi digital nasional.

Yassierli menjelaskan, gelaran bursa kerja secara daring merupakan inovasi pemerintah supaya pencari kerja dapat mengakses info lowongan tanpa harus mendatangi lokasi rekrutmen fisik secara langsung.

Menurutnya, ajang job fair kali ini berfokus penuh pada peluang karier serta penguatan kapabilitas AI demi menjawab kebutuhan sektor industri akan talenta digital berstandar tinggi.

"Nah untuk job fair ini juga merupakan sebuah inisiatif kami untuk bisa dilaksanakan secara online, jadi tidak harus kemudian dibuat di satu tempat mengundang sekian banyak orang dan seterusnya. Terutama tentu juga terkait dengan spesifik hari ini dan besok adalah skill-skill terkait dengan AI," bebernya.

Kemnaker terus mengembangkan ekosistem platform Siap Kerja dengan mengoneksikannya ke berbagai lini perusahaan guna memperluas lapangan kerja sekaligus menjembatani pencari kerja dan dunia industri.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Sugeng Heri Suseno menambahkan bahwa agenda Job Fair AI Career Boost Day 2026 berlangsung dua hari dan siap digelar kembali pada Agustus serta September mendatang.

Sugeng menilai kecerdasan buatan menjadi keahlian krusial yang berpotensi membuka jutaan lapangan kerja baru, terutama jika diselaraskan dengan kemampuan analitis, komunikasi, dan literasi digital.

Ia menambahkan, bursa kerja kali ini menghadirkan korporasi dari sektor perbankan, manufaktur, pangan, properti, transportasi, hingga logistik pergudangan dengan dukungan narasumber industri tepercaya.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) GreatNusa by Bina Nusantara Nita Felia menegaskan bahwa lompatan teknologi AI harus dimanfaatkan untuk menggenjot produktivitas serta kesempatan kerja masyarakat lewat pembelajaran berkelanjutan.

Ia menyebut GreatEdu mengambil peran sebagai learning orchestrator yang menyambungkan pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, serta pembelajar demi pemerataan akses keterampilan digital.

Berdasarkan tinjauan di berbagai daerah, ia menilai kesenjangan akses teknologi masih membayangi sehingga kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan agar masyarakat di berbagai daerah dapat menguasai AI.

Ia pun mengajak Kemnaker, Microsoft, Binus University, serta jajaran pemangku kepentingan untuk terus memperluas program pembelajaran, bursa kerja daring, dan pendampingan karier secara berkelanjutan.

"Sertifikat penting, benar! Tetapi sertifikat bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah perubahan tentang cara seseorang bekerja, kemampuan seseorang menyelesaikan masalah, perubahan pada produktivitas, dan terakhir perubahan pada kesempatan yang dapat seseorang raih setelah dia mendapatkan sertifikat atau belajar," kata Nita.

Terkini