PT Timah Mulai Olah Logam Tanah Jarang dari Sisa Produksi Tambang Timah

Jumat, 18 September 2026 | 14:17:00 WIB

PORTALENERGI.ID — PT Timah Tbk resmi memulai proses pengelolaan mineral logam tanah jarang (LTJ) yang berasal dari sisa hasil produksi (SHP) pertambangan timah. Langkah ini menandai masuknya perusahaan pelat merah itu ke rantai pasok mineral strategis yang selama ini belum digarap maksimal. PT Timah berposisi sebagai penyedia bahan baku bagi industri hilir LTJ nasional.

Direktur Utama PT Timah Tbk Restu Widiyantoro mengungkapkan bahwa perusahaannya sebelumnya tidak memiliki mandat untuk mengelola mineral tanah jarang. Kini, proses pengolahan komoditas strategis tersebut sudah mulai berjalan di lingkungan perseroan.

Pernyataan itu disampaikan Restu dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI. Ia menegaskan pengelolaan LTJ menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sisa hasil produksi timah yang selama ini belum dimanfaatkan penuh.

Dari Slag Timah Jadi Bahan Baku Industri Strategis

Restu menjelaskan, sebagian besar bahan baku untuk pengelolaan mineral tanah jarang terdapat dalam aktivitas penambangan timah. Karena itu, PT Timah menilai posisinya krusial dalam pengembangan industri LTJ dalam negeri.

Perusahaan kini mulai mengoptimalkan slag atau sisa hasil produksi timah yang sebelumnya kurang tergarap. "Karena sebagian besar bahan untuk pengelolaan mineral tanah jarang ada di penambangan timah," kata Restu.

Dalam pengembangannya, PT Timah bekerja sama dengan Badan Industri Mineral (BIM) serta Perminas. Restu menyebut Perminas memegang mandat mengelola mineral tanah jarang dari hulu hingga hilir.

"Perminas ini yang mendapat mandat untuk mengelola mineral tanah jarang dari hulu sampai ke hilirnya. Tapi kami dalam hal ini secara langsung menjadi penyedia bahan baku untuk industri mineral tanah jarang," ujarnya.

Restu Akui Pengelolaan LTJ Tidak Mudah

Restu tidak menampik bahwa pengelolaan mineral tanah jarang merupakan pekerjaan berat. Meski demikian, ia optimistis PT Timah mampu menjalankannya berkat sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Dukungan dari kementerian terkait dan DPR RI disebutnya menjadi modal penting. "Dan ini sangat challenging, tetapi kami yakin dengan sumber daya yang ada di Timah, dengan support dari kementerian-kementerian terkait termasuk dari DPR, itu membuat kami yakin," kata Restu.

Mandat baru ini membuka peluang PT Timah masuk ke sektor mineral kritis yang selama ini didominasi pemain global. Logam tanah jarang menjadi bahan baku penting untuk magnet, baterai, elektronik, hingga komponen kendaraan listrik.

Posisi PT Timah di Rantai Pasok LTJ Nasional

Sebagai penyedia bahan baku, PT Timah tidak langsung menjual produk LTJ olahan ke pasar. Perusahaan berperan di sisi hulu dengan memasok material dari sisa produksi timah kepada pihak yang berwenang mengolahnya.

Skema ini menempatkan PT Timah sebagai bagian dari rantai pasok mineral strategis yang tengah dibangun pemerintah. Hilirisasi komoditas tambang menjadi salah satu prioritas kebijakan energi dan sumber daya mineral saat ini.

Ke depan, keberhasilan pengelolaan LTJ dari slag timah bergantung pada kesiapan teknologi dan kerja sama lintas lembaga. PT Timah menyatakan terus memproses tahapan pengelolaan tersebut seiring dukungan yang mengalir dari kementerian dan DPR.

Terkini