Prabowo Bidik Bensin dari Batu Bara, Solar RI Mandiri Sejak 1 Juli 2026

Minggu, 20 September 2026 | 06:55:00 WIB
Prabowo Bidik Bensin dari Batu Bara, Solar RI Mandiri Sejak 1 Juli 2026

PORTALENERGI.ID — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah membidik produksi bensin berbahan baku batu bara untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Rencana itu muncul setelah Indonesia dinyatakan tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026 berkat program biodiesel B50 berbasis minyak sawit.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pengembangan bensin dari batu bara saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur. Menurut Prabowo, langkah itu merupakan kelanjutan dari keberhasilan riset akademisi dalam negeri yang telah menghasilkan solar dari kelapa sawit.

Pemerintah menilai ketergantungan pada impor bahan bakar berisiko tinggi di tengah ketidakpastian global. Pasokan energi di pasar dunia tidak selalu tersedia meski suatu negara punya kemampuan finansial untuk membelinya.

Solar Tak Lagi Impor Sejak 1 Juli 2026

Prabowo menyatakan implementasi solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026. Capaian itu disebut sebagai bukti kemampuan memanfaatkan sumber daya alam domestik.

"Kita mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Solar kita sekarang sudah mandiri," ujar Prabowo, dikutip Minggu (20/9/2026).

Ia menilai kemandirian solar menjadi langkah penting di tengah konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global. Menurutnya, solar kini langka di dunia sehingga kemampuan produksi sendiri menjadi keunggulan strategis.

Riset Akademisi Jadi Fondasi

Prabowo menyebut pengembangan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri merupakan hasil riset dan inovasi akademisi Indonesia, khususnya dari fakultas-fakultas teknik. Ia menegaskan capaian itu bukan hasil klaim tanpa dasar.

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo.

Pernyataan itu menempatkan batu bara sebagai bahan baku alternatif berikutnya. Indonesia memiliki cadangan batu bara besar, sehingga pemanfaatannya untuk bahan bakar cair bisa mengurangi ketergantungan impor bensin.

Dampak ke Konsumen dan Industri

Jika terealisasi, produksi bensin dari batu bara berpotensi mengubah struktur pasokan bahan bakar nasional. Industri manufaktur dan transportasi yang selama ini bergantung pada bensin impor bisa memperoleh sumber pasokan alternatif dari dalam negeri.

Namun pemerintah belum mengungkap skala produksi, lokasi kilang, maupun target waktu pengembangan bensin berbahan batu bara. Belum ada pula keterangan soal harga jual yang direncanakan ke konsumen.

Pengembangan bahan bakar dari batu bara umumnya membutuhkan teknologi gasifikasi dan pencairan yang menelan investasi besar. Karena itu, kelanjutan rencana ini akan bergantung pada kesiapan teknologi dan pendanaan.

Prabowo menegaskan pemerintah akan melanjutkan pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya domestik. Batu bara masuk dalam daftar sumber yang akan digarap setelah kelapa sawit.

Bagi konsumen, arah kebijakan ini menentukan apakah harga bahan bakar ke depan lebih stabil karena tidak lagi terikat fluktuasi pasokan global. Bagi industri, kepastian pasokan energi dalam negeri menjadi faktor penting menjaga biaya produksi.

Terkini