JAKARTA — Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh dalam mendukung peningkatan usaha penyelenggaraan pertunjukan musik untuk memperkuat ekosistem wisata musik.
Juru Bicara Kemenpar Nia Niscaya menegaskan pihak pemerintah terus berupaya menciptakan iklim bisnis yang sehat bagi seluruh pelaku industri seni pertunjukan.
Meskipun begitu, sektor ini masih dihadapkan pada kendala infrastruktur pendukung, kompleksitas perizinan, hingga pengemasan paket yang belum optimal.
Guna mengatasi hambatan tersebut, strategi terintegrasi disiapkan melalui pembenahan fasilitas, kemudahan izin, serta pengembangan paket pariwisata.
"Potensi NICE sebagai venue juga mulai dilirik sejumlah promotor konser. Salah satunya, event musik, Java jazz juga mulai diselenggarakan di NICE tahun ini," katanya.
Pemerintah juga memacu investasi pembangunan tempat pertunjukan baru guna menopang ekspansi bisnis pertunjukan musik di tanah air.
Koordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah terus dimaksimalkan untuk memperbaiki aksesibilitas dan konektivitas transportasi menuju arena konser.
"Dengan koneksi yang terintegrasi, pengunjung dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan efisien," katanya.
Nia menambahkan bahwa penyediaan kantong parkir tambahan serta fasilitas ramah disabilitas dan ruang UMKM lokal menjadi fokus utama pembenahan venue.
"Peningkatan aksesibilitas ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat daya saing destinasi serta menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung," ia menambahkan.
Di samping itu, penanganan ketat terhadap aksi calo tiket dilakukan secara bersinergi dengan aparat penegak hukum demi melindungi para konsumen.
"Masyarakat juga diedukasi untuk menyaring informasi di media sosial agar tidak terjebak penipuan," kata Nia.