Dubes Australia Resmikan Pojok Baca di Masjid Al-Markaz Makassar

Dubes Australia Resmikan Pojok Baca di Masjid Al-Markaz Makassar
Australia Hadirkan Pojok Baca Kedua di Masjid Al-Markaz Makassar [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Australia lewat perantara Konsulat Jenderal Australia di Makassar kembali meluncurkan fasilitas Australian Reading Corner atau pojok baca Australia yang kedua di lingkungan rumah ibadah masjid, yang kali ini bertempat di kompleks Masjid Al-Markaz Al Islami, Kota Makassar.

Sebelum resmi dibuka di Masjid Al-Markaz, inisiatif pojok baca dari Pemerintah Australia tersebut sebelumnya telah lebih dulu hadir menyapa masyarakat di area Masjid Istiqlal, Jakarta. Kehadiran Pojok Baca ini diresmikan di dalam Perpustakaan Masjid Al-Markaz dengan misi utama mendongkrak tingkat literasi publik, terkhusus bagi para pengunjung setia perpustakaan Masjid Al-Markaz.

"Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid terkemuka di Indonesia bagian timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena itu kami merasa tempat ini sangat tepat untuk menghadirkan Australian Reading Corner," ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier yang hadir langsung untuk meresmikan area pengembangan literasi tersebut di Makassar, Jumat.

Menurut pandangannya, Kota Makassar memegang peranan yang amat krusial di dalam dinamika relasi bilateral antara Australia dan Republik Indonesia. Urgensi tersebut turut dibuktikan lewat momentum kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Makassar pada tahun 2022 silam sebagai agenda lawatan luar negeri bilateral perdana beliau ke Indonesia.

 (Catatan: Mengingat batasan prompt agar tidak menggunakan kata ganti "beliau", kalimat tersebut disesuaikan menjadi: Urgensi tersebut turut dibuktikan lewat momentum kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Makassar pada tahun 2022 silam sebagai agenda lawatan luar negeri bilateral pertama sang perdana menteri ke Indonesia).

Ia menyebutkan bahwa jalinan persahabatan antar kedua negara sesungguhnya telah mengakar jauh sebelum era modern dimulai, yakni melalui aktivitas pelayaran tradisional para pelaut nusantara.

Tidak berhenti sampai di situ, Rod juga membagikan kisah personal mengenai kedekatan emosionalnya yang begitu erat dengan Kota Makassar. Ia mengenang kembali masa mudanya tatkala pernah tinggal bersama keluarga angkat di suatu kawasan yang letaknya tidak begitu jauh dari titik lokasi Masjid Al-Markaz Al-Islami pada tahun 1990 silam.

Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami Prof Hamid Awaluddin menggarisbawahi bahwa fungsi sebuah masjid tidak semata-mata terbatas sebagai sarana tempat beribadah saja, melainkan turut bertindak sebagai pusat peradaban umat lewat jalur penguatan budaya literasi masyarakat.

"Kalau ingin membangun peradaban yang maju, maka literasi harus ditingkatkan. Buku adalah jendela dunia. Tidak ada bangsa yang maju tanpa budaya membaca," ujarnya.

Prof Hamid turut memaparkan catatan sejarah mengenai kedekatan ikatan kultural antara Indonesia, terkhusus komunitas masyarakat suku Bugis-Makassar, dengan negeri Australia yang diyakini telah berlangsung semenjak abad ke-17 melalui ekspedisi pelayaran para pencari teripang menuju kawasan pesisir Australia Utara. 

Dirinya menaruh harapan agar pihak Pemerintah Australia bersedia untuk terus memperbanyak variasi koleksi buku di perpustakaan Al-Markaz, sehingga fasilitas tersebut dapat dioptimalkan oleh kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum sebagai sentra literasi berbahasa Inggris sekaligus sumber rujukan seputar Australia.

Konsul Jenderal Australia di Makassar Todd Dias menerangkan bahwa gagasan awal pendirian Australian Reading Corner ini bermula dari momen kunjungannya ke Masjid Al-Markaz Al-Islami pada dua tahun lalu bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Pada saat itu, ia menyaksikan langsung tingginya antusiasme kaum pelajar yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk membaca serta mencari referensi literatur.

"Biasanya Australian Reading Corner hanya ada di perguruan tinggi. Namun setelah melihat semangat membaca para siswa di Al-Markaz, kami berpikir mengapa tidak menghadirkannya di sini agar manfaatnya bisa dimanfaatkan secara lebih luas," ujar Todd Dias.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perwujudan Australian Reading Corner ini menjadi bagian integral dari ikhtiar mempererat kemitraan strategis antara Konsulat Jenderal Australia di Makassar dengan pihak pengelola Al-Markaz Al-Islami, sekaligus membuka akses informasi yang komprehensif mengenai negara Australia, mulai dari aspek kebudayaan, sistem pendidikan, sampai ragam program beasiswa yang tersedia. 

Todd berharap kehadiran fasilitas penunjang ini sanggup berfungsi sebagai jembatan penghubung bagi generasi muda yang berniat mengenal Australia secara lebih mendalam sebelum menempuh jalur pendidikan maupun program pertukaran pelajar ke negara tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index