Kemenekraf Bidik Nigeria Jadi Pintu Masuk Produk Ekraf ke Afrika

Kemenekraf Bidik Nigeria Jadi Pintu Masuk Produk Ekraf ke Afrika
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar.

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menilai bahwa Nigeria berpotensi besar menjadi gerbang utama dalam memperluas jangkauan pemasaran produk ekonomi kreatif Indonesia ke seluruh kawasan benua Afrika.

Irene mengutarakan bahwa Nigeria menyimpan potensi industri kreatif yang amat besar, salah satunya tecermin lewat ekosistem perfilman Nollywood yang sanggup membuka ruang kerja sama bagi industri film nasional dalam mengekspansi panggung internasional.

"Nigeria memiliki potensi menjadi 'entry point' bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Selain membangun kolaborasi industri, kami juga perlu memahami tren pasar, kebutuhan masyarakat, dan produk kreatif yang memiliki peluang besar di sana. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan," kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kawasan Nigeria mencatatkan angka produksi di industri sinema melalui Nollywood hingga kisaran 2.500 judul film tiap tahunnya, dengan taksiran nilai industri menembus angka 6,4 miliar dolar AS.

Di samping lini perjudulan film, terbukanya saluran akses pasar ke wilayah Afrika ini diproyeksikan turut mengucurkan keran ekspor bagi deretan subsektor prioritas lainnya, mencakup kuliner, kriya, hingga busana fesyen berakar kearifan lokal.

Lantaran didukung oleh jumlah populasi warga yang melimpah serta laju pertumbuhan ekonomi yang pesat, penetrasi ragam produk kreatif buatan Indonesia dipandang mengantongi prospek jangka panjang yang amat menjanjikan.

Inisiatif kolaborasi diplomasi ekonomi tersebut disambut hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria Bambang Suharto. Ia menyampaikan bahwa kemiripan karakter demografi, keberagaman latar budaya, hingga besarnya basis penduduk kedua negara merupakan modal sosial yang kokoh untuk mempererat kemitraan ekonomi dan kebudayaan.

"Nigeria saat ini mulai memberikan perhatian lebih kepada negara-negara seperti Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang perlu kami manfaatkan, tidak hanya untuk membangun persepsi positif terhadap Indonesia, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk kerja sama di sektor ekonomi kreatif," ujar Bambang Suharto.

Sebagai langkah nyata berkesinambungan, Pihak Kementerian Ekraf bersama KBRI Abuja akan mendorong partisipasi aktif para pelaku ekonomi kreatif nasional pada aneka ajang promosi serta pameran internasional, seperti Lagos International Trade Fair, demi menggenjot angka ekspor dan memperlebar jejaring bisnis di kawasan Afrika.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index