DPD Minta Pusat Turun Tangan Atasi Kebakaran Hutan di Kalteng 2026

DPD Minta Pusat Turun Tangan Atasi Kebakaran Hutan di Kalteng 2026
Anggota DPD RI Agustin Teras Narang.

JAKARTA - Anggota DPD RI Agustin Teras Narang menyatakan bahwa peran pemerintah pusat sangat penting dan strategis guna mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Terlebih hingga pertengahan Juli 2026 ini, menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, telah tercatat 472 kejadian karhutla," kata Teras dihubungi dari Palangka Raya, Sabtu.

Menurut senator RI asal Kalteng tersebut, angka 472 kejadian karhutla bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan sebuah alarm bahaya. Pasalnya, kobaran api telah menghanguskan lebih dari 456,78 hektare lahan hijau di Bumi Tambun Bungai akibat dampak musim kemarau ekstrem.

Dalam kondisi ini, apabila terus dibiarkan tanpa penanganan maksimal, roda perekonomian daerah di tingkat kabupaten maupun kota yang terdampak langsung karhutla dipastikan bakal semakin terganggu.

"Jadi, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan kota dengan pemerintah provinsi diharapkan dapat lebih intensif. Pusat pun harus juga ikut membantu," tegasnya.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, ia turut berharap pemerintah daerah mampu menjamin ketersediaan anggaran kebencanaan secara penuh. Meskipun di tengah tekanan fiskal saat ini, pemotongan anggaran diharapkan tidak sampai mengorbankan porsi kekuatan anggaran untuk penanganan bencana.

"Dengan begitu, kesiapan alat, kesigapan hingga keselamatan petugas dan relawan yang menangani dapat terjaga. Sebagaimana hak masyarakat atas keselamatan, kesehatan, dan perlindungan dari bencana asap mesti mutlak dijaga," kata Teras Narang.

Teras sangat berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan secara optimal guna menangani karhutla yang memang membutuhkan upaya ekstra.

Sementara itu, Pemprov Kalteng bersama segenap tim lintas sektor terus mengoptimalkan aksi pemadaman lewat jalur darat maupun udara dalam upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menyampaikan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus memberikan dukungan penuh, salah satunya mengerahkan operasi dua unit helikopter pengebom air (water bombing).

Secara keseluruhan, terdapat empat unit helikopter yang beroperasi aktif mendukung penanganan karhutla, di mana dua unit lainnya difungsikan sebagai helikopter patroli.

"Kolaborasi pemadaman darat dan udara merupakan upaya pemerintah dalam pengendalian karhutla agar optimal," jelasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index