Bank BJB Cetak Laba Rp992 Miliar pada Semester I 2026 Tumbuh 39 Persen

Bank BJB Cetak Laba Rp992 Miliar pada Semester I 2026 Tumbuh 39 Persen
Bank BJB.

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) berhasil meraup laba bersih tahun berjalan sebesar Rp992,17 miliar sepanjang paruh pertama tahun ini.

Capaian tersebut melesat 39,34 persen jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp712,07 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, performa secara mandiri (bank only) mencatatkan keandalan dengan laba bersih mencapai Rp744,30 miliar per Juni 2026.

Jumlah itu meroket hingga 73,5 persen ketimbang hasil semester pertama tahun sebelumnya yang sebesar Rp429,09 miliar.

Lonjakan keuntungan ini utamanya dipicu oleh rezeki dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh optimal serta keberhasilan manajemen menekan biaya operasional.

Secara gabungan (konsolidasi), penerimaan bunga bersih Bank BJB naik menjadi Rp3,94 triliun dari semula Rp3,61 triliun.

Gebrakan pendapatan non-bunga juga memberikan suntikan positif, di mana komisi, provisi, fee, dan administrasi terkumpul hingga Rp822,84 miliar dari sebelumnya Rp745,34 miliar.

Peningkatan performa ini turut mendongkrak indikator profitabilitas perusahaan.

Rasio margin bunga bersih (NIM) secara bank only merangkak naik ke posisi 3,89 persen, sementara tingkat BOPO berhasil ditekan dari 93,41 persen menjadi 87,52 persen.

Meski begitu, pihak manajemen masih punya PR di sektor kualitas kredit.

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross secara bank only naik dari 2,62 persen menjadi 3,33 persen, lalu NPL net mengekor naik ke angka 1,55 persen.

Efek samping dari naiknya kredit macet ini membuat perseroan mempertebal benteng pencadangan (CKPN) menjadi 2,07 persen.

Untuk fungsi penyaluran dana, Bank BJB telah mengucurkan kredit secara bank only sebesar Rp111,08 triliun, sedangkan secara konsolidasi menembus Rp140,37 triliun.

Di ceruk pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi terhimpun Rp160,87 triliun yang bersumber dari giro Rp31,40 triliun, tabungan Rp39,67 triliun, dan deposito Rp89,79 triliun.

Pergerakan ini membuat loan to deposit ratio (LDR) melonggar ke posisi 81,74 persen, yang menandakan kondisi likuiditas perseroan makin lega.

Daya tahan permodalan Bank BJB juga terpantau kokoh dengan KPMM di level 20,12 persen.

Indikator ketahanan likuiditas (LCR) bank terkerek ke angka 251,10 persen.

Hingga pertengahan tahun ini, total aset konsolidasi BJB berada di angka Rp228,25 triliun dengan ekuitas mencapai Rp16,17 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index