JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan keinginan guna meningkatkan kemitraan di bidang digital bersama pemerintah Swiss.
Pada gelaran perayaan Swiss National Day 2026 di Jakarta Pusat pada Rabu (29/7), Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengutarakan bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan Swiss telah terbangun selama lebih dari tujuh dekade dan mencakup kerja sama di bidang pembangunan, perdagangan, investasi, hukum, hingga transformasi digital.
"Kami sangat terbuka untuk mengeksplorasi berbagai peluang inovasi di sektor digital guna memperluas cakrawala kerja sama bilateral. Saya sepenuhnya yakin sinergi antara Indonesia dan Swiss akan semakin kuat," katanya dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis.
Ia membeberkan bahwa Swiss menjadi salah satu mitra berharga bagi Indonesia dalam dialog politik reguler serta Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama.
"Di luar inisiatif antar-pemerintah, hubungan kita juga diperkaya oleh ikatan yang erat di antara masyarakat," kata Meutya.
Meutya turut menyampaikan bahwasanya peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss mencerminkan kemitraan yang berakar kuat serta dibangun atas dasar kepercayaan dan sikap saling menghormati.
Di samping itu, dia menyoroti peranan strategis Swiss sebagai pusat dari berbagai forum multilateral pada bidang telekomunikasi maupun digital.
"Swiss memiliki tempat yang sangat istimewa dalam tugas resmi saya. Dari Forum Ekonomi Dunia di Davos hingga platform International Telecommunication Union (ITU), hingga World Summit on the Information Society (WSIS), kunjungan-kunjungan tersebut menggarisbawahi betapa pentingnya Swiss bagi diplomasi digital Indonesia di tingkat global," ia menjelaskan.
Meutya memberikan apresiasi atas peran Duta Besar Swiss untuk Indonesia dalam mempererat jalinan hubungan kedua negara.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi luar biasa dalam memperkuat ikatan antara kedua negara. Indonesia mendoakan kesuksesan Anda pada penugasan berikutnya," katanya.